250 Kelompok Tani Lima Puluh Kota Terima Bantuan Bibit Padi
Pemkab Lima Puluh Kota menyerahkan bantuan bibit padi kepada 250 kelompok tani serta satu unit combine harvester sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan produktivitas pertanian, dan kesejahteraan petani daerah.
TOPIKPUBLIK.COM – Lima Puluh Kota, Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor pertanian sebagai tulang punggung perekonomian daerah. Hal tersebut diwujudkan melalui penyerahan bantuan bibit padi secara simbolis kepada 250 kelompok tani se-Kabupaten Lima Puluh Kota, sekaligus penyerahan satu unit alat panen padi combine harvester kepada salah satu kelompok tani di Nagari Andiang, Sabtu (17/01/2026).
Kegiatan yang merupakan bagian dari program penyerapan aspirasi DPR RI ini digelar di halaman Kantor Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Lima Puluh Kota. Acara tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Lima Puluh Kota Safni Sikumbang, Anggota DPR RI Komisi IV dari Fraksi Partai NasDem Cindy Monica Salsabila, Anggota DPRD Komisi IV, Asisten I Setdakab, serta Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Lima Puluh Kota, Witra Porsepwandi.

Dalam sambutannya, Bupati Safni Sikumbang menegaskan bahwa sekitar 76 persen masyarakat Kabupaten Lima Puluh Kota menggantungkan hidupnya pada sektor pertanian. Oleh karena itu, Pemerintah Daerah menempatkan sektor pertanian sebagai prioritas utama pembangunan daerah dalam lima tahun ke depan, sejalan dengan upaya penguatan ketahanan pangan, peningkatan pendapatan petani, dan pengurangan kesenjangan ekonomi pedesaan.
“Pertanian bukan hanya soal produksi pangan, tetapi juga menyangkut keberlangsungan hidup mayoritas masyarakat Lima Puluh Kota. Maka, kebijakan pembangunan ke depan harus benar-benar berpihak kepada petani,” tegas Safni.
Sebagai bukti keseriusan tersebut, Bupati Safni juga mengungkapkan kebijakan strategis Pemerintah Daerah yang mengalihkan anggaran pengadaan kendaraan dinas bupati untuk dialokasikan pada pembelian alat berat berupa excavator. Alat ini nantinya difokuskan untuk menunjang pembangunan dan perbaikan infrastruktur pertanian, seperti irigasi, jalan usaha tani, serta pembukaan lahan produktif baru.
Selain bantuan bibit padi, Safni menjelaskan bahwa Kementerian Pertanian Republik Indonesia telah menyetujui penyaluran 6.000 bibit tanaman perkebunan, yang terdiri dari 2.000 bibit kakao, 2.000 bibit kelapa, dan 2.000 bibit kopi. Bantuan tersebut diharapkan mampu mendorong diversifikasi usaha tani sekaligus meningkatkan nilai tambah sektor perkebunan di Kabupaten Lima Puluh Kota.
Tidak hanya itu, Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota juga telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp670 juta untuk program penanaman bibit alpukat. Menariknya, bibit alpukat tersebut akan dibeli dari penangkar bibit lokal, sehingga selain meningkatkan produksi pertanian, kebijakan ini juga berdampak langsung pada penguatan ekonomi lokal dan pemberdayaan pelaku usaha perbenihan di daerah.
Sejalan dengan program pemerintah daerah, Anggota DPR RI Komisi IV Cindy Monica Salsabila menegaskan komitmennya untuk terus mendorong dan mengawal pembangunan sektor pertanian di Kabupaten Lima Puluh Kota, baik melalui kebijakan nasional maupun penyerapan aspirasi petani di daerah.
Menurut Cindy, penyerahan bantuan bibit padi dan mesin combine harvester ini bukan sekadar simbolis, tetapi merupakan langkah konkret dalam meningkatkan produktivitas pertanian, efisiensi panen, serta kesejahteraan petani. Penggunaan alat modern seperti combine harvester diharapkan dapat menekan biaya produksi, mengurangi kehilangan hasil panen, dan mempercepat proses panen di lapangan.
“Petani harus kita dorong agar tidak tertinggal dari sisi teknologi. Bantuan ini diharapkan mampu meningkatkan hasil produksi sekaligus pendapatan petani,” ujar Cindy.
Dalam sesi dialog, sejumlah perwakilan kelompok tani menyampaikan pertanyaan terkait keterlambatan pelaksanaan penyerahan bantuan secara simbolis, mengingat bibit padi telah disalurkan kepada masing-masing kelompok tani sejak akhir tahun 2025.
Menanggapi hal tersebut, Cindy Monica memberikan penjelasan bahwa keterlambatan penyerahan secara seremonial disebabkan oleh bencana banjir dan longsor yang melanda beberapa wilayah di Sumatera Barat dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi tersebut menyebabkan banyak akses jalan terputus, sehingga menghambat mobilitas dan pelaksanaan kegiatan lapangan.
“Namun yang terpenting, bibit sudah diterima dan dimanfaatkan oleh petani. Penyerahan simbolis ini adalah bentuk pertanggungjawaban dan transparansi kepada publik,” jelasnya.
Melalui program bantuan bibit, alat pertanian modern, serta penguatan infrastruktur pendukung, Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota bersama DPR RI berharap sektor pertanian daerah dapat tumbuh lebih maju, berdaya saing, dan berkelanjutan, sekaligus menjadi fondasi utama dalam mewujudkan ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat petani.

Wartawan : Sam
Editor : Thab411























