Babinsa Karangwaru Dampingi Monitoring Bibit Padi Unggul

TNI dampingi petani Tulungagung, pendampingan bibit padi Inpari, sinergi TNI dan kelompok tani Setyo Tani, ketahanan pangan nasional, Babinsa monitoring pertanian

Babinsa Karangwaru Dampingi Monitoring Bibit Padi Unggul
Sinergi TNI dan Petani Wujudkan Swasembada Pangan: Serka Junaedi Dampingi Monitoring Bibit Padi Unggul di Karangwaru

TOPIKPUBLIK.COM – TULUNGAGUNG, JAWA TIMUR | Jumat, 1 Agustus 2025 — Dalam upaya memperkuat ketahanan pangan nasional dan mendukung program swasembada pangan pemerintah, sinergi antara TNI Angkatan Darat dan para petani lokal terus digencarkan. Salah satu wujud nyata kolaborasi tersebut terlihat di Kelurahan Karangwaru, Kecamatan Tulungagung, Kabupaten Tulungagung, di mana Babinsa Koramil Tipe B 0807/01 Tulungagung, Serka Junaedi, aktif melakukan pendampingan dan monitoring bibit padi unggul di lahan milik Kelompok Tani Setyo Tani.

Kegiatan yang berlangsung pada Jumat pagi itu tidak hanya sekadar pengecekan visual terhadap kualitas bibit, tetapi juga menjadi ajang dialog langsung antara aparat TNI dan para petani untuk menggali berbagai kendala teknis maupun non-teknis dalam proses pertanian. Dalam keterangannya, Serka Junaedi menekankan pentingnya pendampingan yang berkelanjutan guna menjamin keberhasilan panen dan peningkatan hasil produksi pertanian secara signifikan.

“Pendampingan pertanian ini merupakan wujud nyata kepedulian kami sebagai Babinsa terhadap kesejahteraan petani dan penguatan ketahanan pangan daerah. Kami ingin memastikan bahwa semua tahapan budidaya padi — dari pemilihan benih, perawatan, hingga masa panen — berjalan secara optimal. Jenis bibit yang digunakan, yakni Inpari 32 dan Inpari 48, memiliki ketahanan tinggi terhadap serangan hama serta potensi produktivitas yang besar,” ujar Serka Junaedi di sela-sela kegiatan.

Lebih jauh, Babinsa Serka Junaedi mengajak seluruh komponen masyarakat, khususnya para petani muda dan generasi produktif di pedesaan, untuk tetap semangat dan proaktif dalam memanfaatkan lahan pertanian secara maksimal. Ia juga menegaskan bahwa TNI siap hadir di tengah-tengah masyarakat, tak hanya dalam konteks pertahanan negara, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam pembangunan ekonomi berbasis agrikultur.

Bibit Padi Unggul Inpari 32 dan Inpari 48: Solusi Produktivitas Tinggi dan Tahan Hama

Bibit padi varietas Inpari 32 dan Inpari 48 dikenal luas sebagai jenis unggul hasil riset Badan Litbang Pertanian yang dirancang untuk menjawab tantangan pertanian modern. Kedua varietas ini memiliki karakteristik tahan terhadap penyakit blas dan hawar daun bakteri, serta adaptif di berbagai kondisi agroklimat. Dengan masa panen antara 110–120 hari, produktivitasnya mampu mencapai 8–9 ton per hektare dalam kondisi optimal.

Keunggulan inilah yang membuat TNI melalui para Babinsa aktif mengampanyekan penggunaan benih unggul tersebut kepada kelompok tani di wilayah binaan. Tujuannya tak lain adalah untuk mengurangi ketergantungan terhadap beras impor serta meningkatkan swasembada pangan berbasis lokal.

Dukungan Petani dan Komitmen Berkelanjutan TNI

Kegiatan monitoring dan pendampingan oleh Serka Junaedi mendapat sambutan hangat dan apresiasi dari para petani. Mereka merasa terbantu, tidak hanya secara teknis, tetapi juga secara psikologis karena kehadiran aparat TNI memberikan rasa aman dan semangat baru dalam bertani.

“Kami merasa lebih percaya diri dan terbantu dengan arahan dari Babinsa. Beliau tidak hanya memantau, tapi juga ikut memberikan masukan soal pola tanam, cara pemupukan, sampai penanganan awal terhadap hama,” ungkap seorang petani anggota Kelompok Tani Setyo Tani.

Dengan sinergi yang semakin erat antara TNI dan petani, diharapkan program ketahanan pangan nasional dan swasembada beras dapat tercapai secara berkelanjutan, khususnya di daerah-daerah sentra produksi pertanian seperti Tulungagung.