Babinsa Sragen Tinjau UMKM Konveksi, Dorong Kualitas dan Daya Saing

Babinsa Desa Kliwonan Sragen dukung pengembangan UMKM konveksi kaos lewat pembinaan kualitas produk, akses modal usaha, dan peningkatan daya saing.

Babinsa Sragen Tinjau UMKM Konveksi, Dorong Kualitas dan Daya Saing
Babinsa Sragen Tinjau UMKM Konveksi di Desa Kliwonan, Dorong Kualitas dan Produktivitas Usaha Kecil

TOPIKPUBLIK.COM – SRAGEN – Dalam upaya memperkuat peran UMKM sebagai tulang punggung perekonomian nasional, Sertu Mawan, Babinsa Desa Kliwonan dari Koramil 03/Masaran Kodim 0725/Sragen, melaksanakan kegiatan monitoring dan pembinaan terhadap UMKM konveksi kaos yang beroperasi di wilayah binaannya, tepatnya di Desa Kliwonan, pada Rabu (6/08/2025).

Kunjungan ini merupakan bagian dari program aktif Babinsa dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya sektor usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang berperan strategis dalam membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan warga desa.

Dalam sesi kunjungan tersebut, Sertu Mawan berdialog langsung dengan pemilik UMKM konveksi, Ibu Tutik, guna memperoleh informasi menyeluruh mengenai proses produksi kaos, berbagai tantangan operasional yang dihadapi, serta rencana jangka panjang pengembangan usaha. Diketahui bahwa UMKM konveksi ini memproduksi beragam jenis kaos, mulai dari kaos polos, oblong, hingga kaos dengan desain kustom, dan saat ini telah mempekerjakan sepuluh orang karyawan tetap.

Tantangan UMKM Konveksi: Modal, Bahan Baku, dan Persaingan Pasar

Ibu Tutik menyampaikan beberapa kendala utama yang dihadapi, seperti keterbatasan modal usaha, ketatnya persaingan di sektor konveksi lokal maupun online, serta fluktuasi harga bahan baku tekstil yang kerap menyulitkan proses produksi. Situasi ini membuat pelaku UMKM harus bekerja lebih keras untuk mempertahankan kelangsungan usahanya di tengah tekanan ekonomi.

Menanggapi hal tersebut, Sertu Mawan menyampaikan sejumlah solusi strategis untuk meningkatkan daya saing dan keberlanjutan usaha, di antaranya adalah memanfaatkan program-program pemerintah yang mendukung pembiayaan UMKM. Ia menganjurkan Ibu Tutik untuk segera mengakses Kredit Usaha Rakyat (KUR) maupun program pembiayaan mikro lainnya yang telah disediakan oleh pemerintah melalui perbankan maupun koperasi.

Dorongan Peningkatan Kualitas Produk dan Inovasi Bisnis

Tak hanya soal permodalan, Babinsa juga mendorong penguatan aspek produksi melalui peningkatan kualitas bahan baku, ketepatan jahitan, dan keunikan desain agar produk mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif. Ia juga menyarankan pemanfaatan media digital sebagai sarana promosi dan pemasaran online.

“Untuk bisa bertahan dan berkembang, pelaku UMKM harus terus berinovasi. Kualitas produksi harus dijaga, bahkan ditingkatkan. Kalau perlu, mulai berpikir untuk membangun merek sendiri agar punya identitas yang kuat di pasar,” ujar Mawan.

Ia juga mengapresiasi semangat pelaku UMKM seperti Ibu Tutik yang telah turut berkontribusi terhadap penciptaan lapangan kerja lokal dan penguatan ekonomi desa.

Peran Aktif Babinsa Dukung Penguatan Ekonomi Lokal

Menurut Sertu Mawan, kehadiran Babinsa di tengah masyarakat tidak hanya terbatas pada aspek keamanan dan ketahanan wilayah, tetapi juga menyentuh sektor ekonomi rakyat. “UMKM merupakan salah satu pilar penting perekonomian Indonesia, termasuk di wilayah Kecamatan Masaran ini. Maka dari itu, kami Babinsa akan terus memberikan pendampingan, motivasi, dan dukungan agar UMKM dapat berkembang dan menjadi lebih mandiri,” pungkasnya.

Melalui kunjungan ini, Babinsa berharap UMKM konveksi di Desa Kliwonan dapat tumbuh lebih cepat, menjawab tantangan zaman, serta menciptakan lebih banyak nilai tambah bagi masyarakat sekitar.