Empat Helikopter Karhutla Riau Dipulangkan, Tujuh Masih Siaga Hadapi Cuaca Ekstrem

Sebelas helikopter Karhutla disiagakan di Riau. Empat unit dikembalikan karena musim hujan, tujuh lainnya tetap siaga antisipasi cuaca ekstrem.

Empat Helikopter Karhutla Riau Dipulangkan, Tujuh Masih Siaga Hadapi Cuaca Ekstrem
Sebelas Helikopter Penanggulangan Karhutla Disiagakan di Riau, Empat Dikembalikan karena Musim Hujan

PEKANBARU – TOPIKPUBLIK.COM – Upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Riau memasuki tahap baru. Sebelas unit helikopter berbagai jenis yang selama ini disiagakan untuk operasi pemadaman, kini mulai dikurangi karena wilayah Riau telah memasuki musim hujan.

Berdasarkan laporan terbaru Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD dan Damkar) Provinsi Riau, empat dari sebelas helikopter akan dikembalikan ke home base masing-masing. Pengembalian tersebut dijadwalkan mulai Sabtu (25/10/2025).

“Ya, hari ini sudah dijadwalkan pengembaliannya. Saat ini curah hujan sudah merata di hampir seluruh kabupaten/kota, dan laporan Karhutla nihil,” ujar Kepala BPBD dan Damkar Riau, Edy Afrizal, Jumat (24/10/2025).

Keempat helikopter yang akan dipulangkan tersebut yakni Heli Water Bombing Blackhawk UH-60A (N61AA), Heli Water Bombing Mi-BAMT (RA-22747), Heli Water Bombing Mi-BAMT (RA-22834), serta Heli Water Bombing Superpuma A533212 (P2-MHL). Selama masa operasi darurat Karhutla 2025, armada tersebut berperan besar dalam menekan luas areal terbakar di sejumlah titik rawan, seperti Pelalawan, Siak, dan Indragiri Hilir.

Meski demikian, BPBD Riau menegaskan bahwa tujuh helikopter lainnya masih akan tetap disiagakan hingga akhir November sebagai langkah antisipatif menghadapi potensi cuaca ekstrem dan perubahan pola angin. Empat di antaranya berfungsi untuk water bombing, sedangkan tiga unit lainnya diperuntukkan untuk kegiatan patroli udara.

“Sebagian heli tetap standby sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan munculnya titik panas baru,” jelas Edy.

Adapun daftar helikopter yang masih siaga antara lain:

  • Heli Water Bombing Mi-8AMT (RA-22729), disiagakan hingga 5 November 2025.

  • Heli Water Bombing Blackhawk UH-60A (N260UH), siaga hingga 5 November 2025.

  • Heli Water Bombing Blackhawk UH-60A (N60CU), siaga hingga 5 November 2025.

  • Heli Water Bombing Kamov KA-320, disiagakan hingga 31 Oktober 2025.

  • Heli Patroli Bell 505 (PK-WSA), siaga hingga 5 November 2025.

  • Heli Patroli Bell 206 L4 (PK-FBI), siaga hingga 5 November 2025.

  • Heli Patroli Bell 412 SP (PK-DAS Kemenhut), masih berstatus siaga dengan jadwal pemulangan bersifat tentatif.

Kebijakan penyesuaian jumlah armada udara ini dilakukan untuk efisiensi operasional dan perawatan, mengingat biaya operasional helikopter water bombing sangat besar. Namun demikian, Pemerintah Provinsi Riau bersama TNI, Polri, dan instansi terkait tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi Karhutla susulan, terutama di daerah yang masih memiliki sisa titik panas dari musim kemarau.

Dengan memasuki masa transisi menuju musim hujan, BPBD Riau mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar, sekalipun kondisi tanah mulai basah. “Pencegahan tetap harus jadi prioritas utama. Hujan memang turun, tapi belum menjamin risiko Karhutla benar-benar hilang,” tutup Edy Afrizal.

Langkah konsisten ini menunjukkan keseriusan Pemerintah Provinsi Riau dalam menjaga kelestarian lingkungan, mengantisipasi bencana, serta memastikan udara bersih dan aman bagi masyarakat setelah melewati musim kering yang panjang.