Polemik KSO Sawit Riau Memanas, PT Agrinas Diduga Abaikan Hak Masyarakat Tempatan
Presiden Prabowo Diminta Hadir ke Riau untuk Mencegah Meluasnya Konflik Masyarakat Tempatan dan Penerima KSO
PEKANBARU – TOPIKPUBLIK.COM – Kamis, 06/11/2025 — Polemik panjang terkait Kerja Sama Operasional (KSO) kebun sawit di Provinsi Riau antara masyarakat dengan PT Agrinas Palma Nusantara kian hari semakin memanas dan tak terkendali. Masyarakat menilai pelaksanaan KSO justru semakin membingungkan akibat perubahan regulasi dan bertambahnya persyaratan administratif yang awalnya hanya berjumlah 17 poin, namun kini melonjak menjadi 46 hingga 47 syarat yang wajib dipenuhi oleh calon mitra KSO.
Kondisi ini memunculkan keresahan besar. Program KSO yang sejatinya digagas pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan petani kecil dinilai melenceng jauh dari harapan. Pertanyaan pun bermunculan: apakah implementasi di lapangan masih sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto? Ataukah ada pihak-pihak tertentu yang justru menimbulkan kekisruhan?
Sebagai pihak yang diberi mandat mengkoordinasikan pelaksanaan KSO, publik menyoroti PT Agrinas Palma Nusantara. Masyarakat menilai perusahaan ini seharusnya menjadi penjamin pelaksanaan yang transparan, adil, dan berpihak pada masyarakat tempatan. Namun realitas di lapangan menunjukkan hal sebaliknya: kepercayaan publik mulai merosot tajam.
KSO Tak Tepat Sasaran, Masyarakat Tempatan Tersingkir
Program KSO yang diusung Presiden Prabowo Subianto sebenarnya menjadi bagian dari upaya mewujudkan sila kelima Pancasila: “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.” Idealnya, kelompok tani dan koperasi pertanian lokal menjadi prioritas utama penerima manfaat program ini, terutama mereka yang sudah puluhan tahun hidup dan menggantungkan hidup dari lahan tersebut.
Namun hasil liputan tim media investigasi di lapangan menemukan fakta mengejutkan: banyak penerima KSO justru berasal dari luar daerah, bukan dari Riau. Bahkan ada penerima yang berasal dari luar Pulau Sumatra. Sementara masyarakat tempatan yang sudah lama bermukim, bercocok tanam, hingga beranak cucu di sekitar lokasi kebun hanya menjadi penonton di kampung sendiri.
Tak heran jika penolakan dan protes keras mulai bermunculan.
“Kok kami masyarakat sini hanya jadi penonton di kampung sendiri? Apa persyaratan dari PT Agrinas ini sengaja dipersulit agar kami dianggap tak mampu memenuhi syarat? Sekarang semua keputusan ditarik ke kantor pusat, kami makin tidak berdaya,” ungkap seorang warga tempatan yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Masyarakat mempertanyakan kapasitas kantor PT Agrinas di daerah. Mereka menilai kantor pusat tidak memahami kondisi lapangan, dinamika sosial, maupun data riil para calon mitra KSO.
Tokoh Pejuang Tanah Melayu Riau Angkat Bicara: “Presiden Wajib Tahu”
Usai melakukan serangkaian investigasi lapangan, tim media mendatangi Panglima Alexander, atau yang dikenal luas sebagai Alex Cowboy, Ketua Umum LSM APTMR (Aliansi Pejuang Tanah Melayu Riau). Ia merupakan figur yang selama ini vokal memperjuangkan hak masyarakat Riau, terutama terkait persoalan pertanahan.
Di sela kesibukannya di kantor sekretariat APTMR, Alex menyampaikan pernyataan tegas mengenai kisruh KSO bersama PT Agrinas Palma Nusantara.
Menurut Alex:
“Presiden RI wajib mengetahui permasalahan KSO ini, khususnya di Riau. Jika dibiarkan, konflik antara masyarakat tempatan dan penerima KSO dari luar bisa meluas. Keputusan yang diambil kantor pusat PT Agrinas tidak sesuai kondisi lapangan, karena pusat tidak memahami realita setempat.”
Alex juga menyebut adanya keluhan dari beberapa pengurus koperasi dan perusahaan lokal yang mengaku kalah bersaing dengan pihak luar yang justru mendapatkan KSO.
“Kalau yang bermasalah itu ekor atau badannya, potong kepalanya. Sudah banyak konflik, ada korban materi maupun fisik. Ini harus segera diselesaikan secara tegas,” tambahnya.
Alex Cowboy mendesak persoalan ini menjadi perhatian langsung Presiden Prabowo Subianto. Ia khawatir laporan-laporan dari masyarakat dan organisasi daerah tidak sampai ke meja Presiden.
Komitmen Jurnalistik: Menyuarakan Kebenaran untuk Rakyat
Sebagai tim jurnalis investigasi, kami menyampaikan apresiasi kepada Ketua Umum APTMR, Alex Cowboy, atas pernyataan lugas dan keberaniannya membela kepentingan rakyat. Kami juga berkomitmen untuk terus mengawal, menyuarakan, dan memberitakan persoalan KSO PT Agrinas Palma Nusantara ini agar bisa sampai ke telinga Presiden Republik Indonesia.
Permasalahan yang menyangkut lahan rakyat, aset negara, dan masa depan masyarakat tempatan tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Diperlukan tindakan tegas, transparan, serta evaluasi menyeluruh terhadap pihak-pihak yang diduga bermain dalam penentuan mitra KSO.
Masyarakat Riau berharap Presiden Prabowo Subianto hadir memberikan solusi dan memastikan cita-cita keadilan sosial benar-benar terwujud. Rakyat akan selalu berada di belakang Presiden selama beliau berada di pihak kebenaran dan keberpihakan pada masyarakat kecil.
Rilis:
Tim Jurnalis Investigasi
Editor: Thab212























