SIGAP Gembleng 30 ASN Pengamanan Lapas Riau

Program pelatihan SIGAP Kanwil Ditjenpas Riau melatih 30 ASN pengamanan Lapas dan Rutan dengan materi fisik, teknis, hingga skenario darurat. Pelatihan ini memperkuat profesionalisme, integritas, dan kesiapsiagaan petugas dalam menghadapi dinamika tugas pemasyarakatan.

SIGAP Gembleng 30 ASN Pengamanan Lapas Riau
Pelatihan Petugas Lapas Riau: SIGAP Gembleng 30 ASN Pengamanan Profesional dan Berintegritas

PEKANBARU – TOPIKPUBLIK.COM – Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Riau terus melakukan penguatan sistem pengamanan lembaga pemasyarakatan. Upaya ini diwujudkan melalui pelatihan dasar komprehensif bertajuk Strategi Implementasi Pre-Service Training ASN Petugas Pengamanan (SIGAP), sebuah program yang dirancang untuk melahirkan aparatur yang profesional, sigap, serta berkarakter kuat dalam menjaga keamanan Lapas dan Rutan di Riau.

Sebanyak 30 Aparatur Sipil Negara (ASN) dari berbagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan mengikuti pelatihan tersebut. Kegiatan dipusatkan di Kantor Wilayah Ditjenpas Riau (Ex. Rupbasan Pekanbaru) sebagai pusat pengembangan kompetensi pengamanan modern di lingkungan Pemasyarakatan.

Program SIGAP merupakan proyek perubahan yang diusung oleh Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum Kanwil Ditjenpas Riau, Muhammad Lukman, sebagai bagian dari pelaksanaan Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II (PKN II). Inovasi ini diharapkan menjadi model pelatihan berkelanjutan untuk seluruh petugas pengamanan di Riau.


SIGAP: Mencetak Petugas Pengamanan yang Cepat, Cekatan, dan Berintegritas

Muhammad Lukman menjelaskan bahwa SIGAP dirancang sebagai langkah strategis untuk membentuk petugas Lapas dan Rutan yang memiliki respons cepat, sikap cekatan, kepekaan tinggi, serta kesiapan tugas yang dilandasi nilai-nilai integritas dan profesionalisme.

“Petugas pengamanan adalah garda terdepan dalam menjaga stabilitas dan ketertiban di lingkungan Pemasyarakatan. Melalui SIGAP, kita menyiapkan ASN yang tidak hanya sigap secara fisik, tetapi juga matang secara mental dan moral,” tegas Lukman, Senin (14/11/2025).

Ia juga menegaskan bahwa seorang petugas pengamanan dituntut tidak hanya memahami prosedur, tetapi juga memiliki loyalitas, disiplin, dan kepribadian yang kuat. Karena itu, materi SIGAP dirancang holistik: mencakup pembinaan fisik, pembentukan karakter, hingga penguasaan kemampuan teknis tingkat lanjut.


Pelatihan Fisik dan Penguasaan Peralatan Pengamanan

Tahapan awal pelatihan meliputi kegiatan baris berbaris, penguatan karakter, pembinaan fisik dasar, serta pengenalan etika tugas yang menjadi fondasi petugas pengamanan profesional.

Selanjutnya, peserta dibekali kemampuan penggunaan berbagai peralatan standar pengamanan, termasuk:

  • Borgol

  • Tongkat pengamanan

  • Rompi taktis

  • Senjata api (pemahaman mekanisme & SOP penggunaan)

  • Peralatan komunikasi internal

Pelatihan ini menekankan aspek keselamatan, tata cara penggunaan yang benar, hingga standar operasional pengamanan di lingkungan Lapas dan Rutan.


Penguasaan Prosedur Inti Pengamanan: Dari Penggeledahan hingga Pengendalian Akses

Fokus utama SIGAP adalah peningkatan kemampuan teknis yang menjadi tugas pokok petugas pengamanan. Materi mencakup:

  • Teknik penggeledahan badan, barang, dan kamar hunian

  • Patroli blok hunian yang efektif

  • Pencegahan penyelundupan barang terlarang

  • Pengendalian akses keluar-masuk Lapas/Rutan

  • Prosedur penguncian area berisiko

Peserta juga mendapatkan pelatihan intensif mengenai teknik pengawalan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) ke luar Lapas atau Rutan, sebuah tugas yang memerlukan kesiapsiagaan tinggi dan ketelitian tanpa kompromi.


Skenario Darurat: Antisipasi Kerusuhan, Penyanderaan, dan Upaya Pelarian

Dalam menghadapi dinamika Pemasyarakatan yang semakin kompleks, program SIGAP membekali peserta dengan kemampuan menghadapi situasi ekstrem, seperti:

  • Pengendalian kerusuhan

  • Penanganan penyanderaan

  • Prosedur menghadapi percobaan pelarian

  • Taktik pertahanan area rawan

  • Evakuasi pada kondisi bencana alam

  • Manajemen konflik antar-WBP

Lukman menjelaskan bahwa kemampuan merespons kondisi darurat harus menjadi refleks alami setiap petugas. Karena itu, pelatihan disusun realistis dengan simulasi lapangan untuk menumbuhkan kepercayaan diri dan kesiapan mental.


Kolaborasi dengan Brimob, BNN, BPBD, dan Damkar: Penguatan Kompetensi Nyata

Untuk memastikan kualitas pelatihan sesuai standar pengamanan nasional, Kanwil Ditjenpas Riau bekerja sama dengan berbagai stakeholder, antara lain:

  • Brimob Polda Riau (taktik pengamanan & pengendalian massa)

  • BNN Kota Pekanbaru (materi pencegahan narkoba di Lapas/Rutan)

  • BPBD Provinsi Riau (manajemen bencana & evakuasi)

  • Dinas Pemadam Kebakaran Kota Pekanbaru (simulasi penanganan kebakaran)

Selain itu, pelatihan aspek psikologis diperkuat melalui pendampingan tim psikolog profesional, agar petugas mampu bersikap tenang, berempati, dan komunikatif dalam menghadapi berbagai dinamika emosi WBP.


Testimoni Peserta: SIGAP Beri Ilmu Praktis dan Kesiapsiagaan Nyata

Rahul, petugas pengamanan dari Rutan Kelas I Pekanbaru, menyampaikan kesan positifnya terhadap program SIGAP.

“Pelatihan SIGAP sangat bermanfaat bagi kami. Banyak ilmu praktis yang bisa langsung diterapkan di tempat tugas, terutama terkait kesiapsiagaan dan penanganan situasi darurat,” ujarnya.


SIGAP: Komitmen Pemasyarakatan Riau Membangun SDM Unggul dan Berdaya Saing

Kegiatan pelatihan SIGAP ini menjadi bukti nyata komitmen Kanwil Ditjenpas Riau dalam membangun SDM Pemasyarakatan yang berkarakter dan berintegritas tinggi. Melalui SIGAP, diharapkan terbentuk ASN pengamanan yang:

  • Sigap dalam bertindak

  • Berintegritas dalam bekerja

  • Tangguh menghadapi tekanan

  • Mampu mengantisipasi setiap potensi gangguan

  • Menjadi representasi positif Pemasyarakatan yang modern, humanis, dan responsif

Di tengah tantangan tugas yang semakin kompleks, SIGAP hadir sebagai jawaban atas kebutuhan peningkatan kualitas petugas pengamanan di era saat ini.