Babinsa Sambi Bantu Padamkan Kebakaran Gudang Tongkat Pramuka di Boyolali

Aksi sigap Babinsa Koramil 10/Sambi bersama Damkar Boyolali berhasil padamkan kebakaran gudang tongkat Pramuka milik warga Desa Ngaglik. Diduga api berasal dari kebocoran alat pemanas. Kerugian capai Rp35 juta.

Babinsa Sambi Bantu Padamkan Kebakaran Gudang Tongkat Pramuka di Boyolali
Babinsa Sambi Sigap Bantu Padamkan Kebakaran Gudang Tongkat Pramuka di Boyolali, Sinergi TNI-Polri dan Warga Berhasil Cegah Api Meluas

TOPIKPUBLIK.COM – BOYOLALI | Jumat, 1 Agustus 2025 – Aksi heroik dan respons cepat ditunjukkan oleh anggota Koramil 10/Sambi Kodim 0724/Boyolali ketika kebakaran hebat melanda sebuah gudang produksi tongkat Pramuka milik Dedi Supriyanto (28), warga Dusun Ngaglik, Desa Ngaglik, Kecamatan Sambi, Kabupaten Boyolali, pada Kamis malam (31/07/2025).

Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 19.45 WIB itu langsung mengundang perhatian publik. Tidak lama setelah menerima laporan dari masyarakat, dua personel Babinsa, Pelda M. Yani dan Serka Marjoko, sigap bergerak menuju lokasi kejadian. Mereka turut serta dalam proses pemadaman bersama petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Boyolali yang tengah berjibaku melawan si jago merah.

Menurut keterangan Danramil 10/Sambi, Kapten Inf Nuryadi, pihaknya langsung menginstruksikan Babinsa untuk turun ke lapangan begitu mendapat informasi bahwa kebakaran melanda wilayah binaannya. “Tanpa menunggu lama, Babinsa langsung menuju titik api dan bergabung dengan tim pemadam untuk memberikan bantuan nyata,” jelas Danramil.

Diduga Akibat Kebocoran Alat Pemanas

Dari hasil pengumpulan informasi sementara di lapangan, peristiwa nahas tersebut bermula saat pemilik gudang tengah melakukan proses pemanasan pada bahan baku tongkat Pramuka. Diduga kuat terjadi kebocoran pada alat pemanas (open), sehingga api menyambar dengan cepat ke tumpukan tongkat kayu yang mudah terbakar dan menjalar hingga membakar atap bangunan.

Kobaran api sempat membesar dan mengancam menyebar ke bangunan di sekitarnya. Namun berkat kesigapan petugas Damkar yang menurunkan dua unit mobil pemadam, serta bantuan dari unsur TNI, Polri, dan warga sekitar, api akhirnya berhasil dikendalikan dan dipadamkan sekitar pukul 21.00 WIB.

Meski tidak menelan korban jiwa, kerugian materiil akibat insiden ini diperkirakan mencapai Rp35 juta, meliputi kerusakan pada struktur bangunan dan peralatan produksi yang terbakar.

Babinsa Imbau Warga Waspada di Musim Kemarau

Setelah situasi dinyatakan aman, Serka Marjoko turut menyampaikan imbauan kepada warga sekitar untuk lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di musim kemarau yang tengah berlangsung.

“Cuaca yang panas dan kondisi lingkungan yang kering menjadi faktor pemicu terjadinya kebakaran. Kami mengimbau warga untuk tidak lalai saat menggunakan api, baik untuk kebutuhan industri rumahan, memasak, maupun saat membakar sampah. Pastikan api tidak ditinggal dan berada jauh dari bangunan atau benda mudah terbakar,” tegas Serka Marjoko.

Sinergi TNI-Polri dan Masyarakat, Wujud Kemanunggalan di Tengah Bencana

Insiden ini menjadi bukti nyata bahwa sinergitas antara aparat TNI, Polri, dan masyarakat sangat penting dalam menghadapi situasi darurat. Kolaborasi di lapangan bukan hanya berhasil mencegah meluasnya kebakaran, tetapi juga menciptakan rasa aman dan kepercayaan publik terhadap peran aktif aparat teritorial.

Tindakan tanggap dan penuh dedikasi dari jajaran Koramil 10/Sambi ini pun mendapat apresiasi dari warga sekitar. Mereka berharap kehadiran TNI di tengah masyarakat tidak hanya dalam aspek pertahanan, tetapi juga sebagai pengayom dan pelindung di segala kondisi, termasuk saat terjadi bencana.