Dandim Boyolali Percepat Koperasi Merah Putih, Target Juli 2026

Dandim Boyolali dukung percepatan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih sebagai program strategis nasional, target rampung Juli 2026 guna memperkuat ekonomi desa dan kesejahteraan masyarakat.

Dandim Boyolali Percepat Koperasi Merah Putih, Target Juli 2026
Dandim Boyolali Gaspol Percepat Koperasi Merah Putih, Target Juli 2026 Siap Dorong Ekonomi Desa

BOYOLALI – TOPIKPUBLIK.COM – Komitmen percepatan pembangunan ekonomi desa kian diperkuat melalui langkah konkret lintas sektor. Komandan Kodim (Dandim) 0724/Boyolali, Dhanu Anggoro Asmoro, mengikuti kegiatan Video Conference (Vidcon) percepatan pembangunan gedung Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang dipusatkan di Desa Bolo, Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali.

Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam akselerasi Program Strategis Nasional Koperasi Desa Merah Putih yang digagas pemerintah pusat sebagai upaya memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan berbasis desa. Program ini tidak hanya menargetkan pembangunan fisik, tetapi juga mendorong terbentuknya sistem ekonomi desa yang mandiri, inklusif, dan berkelanjutan.

Dalam Vidcon tersebut, Kepala Staf Teritorial (Kaster) TNI, Bambang Trisnohadi, yang mewakili Wakil Panglima TNI, Tandyo Budi Revita, menegaskan bahwa evaluasi yang dilakukan merupakan langkah strategis untuk memastikan seluruh tahapan pembangunan berjalan optimal, terukur, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Menurutnya, program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih merupakan tindak lanjut dari kebijakan nasional melalui Instruksi Presiden tentang Koperasi Desa Merah Putih yang menargetkan pembentukan sekitar 80.000 unit koperasi di seluruh Indonesia. Target ambisius ini diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi desa sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi nasional dari akar rumput.

“Evaluasi ini penting agar setiap kendala di lapangan dapat segera diidentifikasi dan dicarikan solusi. Kita ingin program ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat desa,” tegas Bambang dalam arahannya.

Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah menargetkan pembangunan dan operasionalisasi KDKMP dapat terealisasi secara bertahap hingga Juli 2026. Dengan waktu yang relatif terbatas, sinergi antar lembaga, pemerintah daerah, dan unsur TNI menjadi kunci keberhasilan program tersebut.

Sementara itu, Dandim 0724/Boyolali, Dhanu Anggoro Asmoro, menegaskan kesiapan penuh TNI dalam mendukung percepatan pembangunan KDKMP di wilayahnya. Melalui peran aktif Babinsa dan jajaran kewilayahan, TNI berkomitmen mengawal setiap tahapan pembangunan agar berjalan sesuai rencana, tepat waktu, dan sesuai regulasi yang berlaku.

“Kehadiran kami merupakan wujud nyata komitmen TNI dalam bersinergi dengan pemerintah daerah dan pemerintah desa. Kami ingin memastikan bahwa pembangunan ini berjalan lancar, tepat sasaran, dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pembangunan KDKMP bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan simbol nyata kehadiran negara dalam membangun kemandirian ekonomi desa. Koperasi diharapkan menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat, mulai dari pengelolaan hasil pertanian, distribusi kebutuhan pokok, hingga pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Percepatan pembangunan harus tetap mengedepankan mutu dan kualitas. Jangan sampai mengejar target waktu, tetapi mengabaikan standar. Kami siap mengawal agar pembangunan ini benar-benar berkualitas dan berkelanjutan,” tegasnya.

Dengan kolaborasi yang solid antara pemerintah pusat, daerah, dan TNI, pembangunan Koperasi Desa Merah Putih diyakini mampu menjadi tonggak baru dalam penguatan ekonomi desa. Program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga memperkecil kesenjangan ekonomi antar wilayah serta memperkuat ketahanan ekonomi nasional dari desa.

Sumber: Agus Kemplu