Gelar Demo, Ratusan Masyarakat Menaming Desak Galian C Ditutup
Warga minta pengusaha galian c untuk menutup tambang yang diduga ilegal.
TOPIKPUBLIK.COM - Ratusan masyarakat Desa Menaming menggelar demo di lokasi Galian C, yang berada di kawasan jalangan pasir na hinjang yang di klaim berada di daerah Desa Menaming, Kecamatan Rambah, Kabupaten Rokan Hulu, Kamis (10/07/2025).
Kootrinator aksi, Mangatur mengatakan, bahwa masyarakat menaming meminta untuk pengusaha galian c yang dimiliki inisial J untuk menutup tambang yang diduga ilegal.
“ tuntutan kita yang paling utama masyarakat agar seluruh tanah jalanan pasir na ginjang ini menjadi hak penuh masyarakat kita, kemudian kita inginkan orang-orang yang yang melakukan galian c untuk menghentikan pertambangan tersebut. Ada beberapa penguasa yang melakukan galian c di kawasan tersebut dan yang paling menyakitkan kita adanya pengusaha meng klaim bahwa kawasan galian c miliknya bukan lah kawasan dari Desa Menaming”, ucap mangatur.
Mengatur menjelaskan bahwa kawasan yang dilakukan galian C secara historis dari nenek moyang bahwa kawasan tersebut masuk dalam Desa Menaming.
“Dalam aksi ini juga dilakukan audiensi yang dipimpin kapolsek rambah bersama pihak pengusaha namun tidak memiliki titik temu, kami memiliki surat menyurat yang sah dan siap dibawak keranah mana pun hingga nanti duduk di meja hukum. Sementara itu di peta kecamatan yang dimiliki dan bisa di akses di aplikasi bahwa titik dari kawasan jalangan pasir na hinjang adalah masuk kawasan Desa Menaming”, tutupnya.
Kordum aksi menambahkan bahwa pihaknya akan melakukan gugatan ke pengadilan untuk menuntut ganti rugi kerusakan lingkungan yang ditimbulkan baik secara pidana maupun perdata.
“ tuntutan kita sebenarnya sudah jelas permintaan kita bahwa pengusaha sudah beroperasi di kawasan ini sudah berjalan tiga tahun, izinnya setau kami meskipun tidak kami terima bukti izinnya katanya 4,7 hektar namun kenyataannya kami duga kerusakan lingkungan yang ditimbulkan ataupun lokasi yang dijadikan galian c sudah sampai 9 hektar. Makanya kami minta hentikan alat yang ada, hentikan operasi galian c, namun pengusaha dengan arogannya menolak mengeluarkan alat dari lokasi galian C”, terang kordum aksi Mangatur.
Masyarakat yang melakukan aksi damai sempat tersulut emosi, namun pihak kepolisian dapat meredekannya dan masyarakat bubar dengan tertib.





irwan


















