Kecelakaan Laut di Indragiri Hilir: TRC BPBD Inhil Evakuasi Pemuda Korban Pompong di Perairan Sungai Dusun

Kecelakaan laut di Indragiri Hilir: TRC BPBD Inhil evakuasi pemuda di Perairan Sungai Dusun. Tangan korban terlilit as pompong saat berlayar menuju Sungai Piring, kini dirawat intensif di RSUD Puri Husada Tembilahan.

Kecelakaan Laut di Indragiri Hilir: TRC BPBD Inhil Evakuasi Pemuda Korban Pompong di Perairan Sungai Dusun
Tim TRC BPBD Indragiri Hilir mengevakuasi pemuda korban kecelakaan laut di Perairan Sungai Dusun, Minggu (3/8/2025) dini hari, sebelum dibawa ke RSUD Puri Husada Tembilahan.

TOPIKPUBLIK.COMTEMBILAHAN – Sebuah kecelakaan laut di Indragiri Hilir kembali terjadi. Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indragiri Hilir bergerak cepat mengevakuasi seorang pemuda yang menjadi korban insiden tragis pompong di perairan Sungai Dusun, Minggu (3/8/2025) dini hari.

Korban bernama Taufik Rahman (23), warga Sungai Cakah, Desa Sungai Luar, Kecamatan Batang Tuaka, Kabupaten Indragiri Hilir. Peristiwa bermula saat korban tengah berada di atas pompong bersama tujuh rekannya dalam perjalanan menuju Sungai Piring untuk memancing ikan.

Namun, di tengah perjalanan, tepatnya sekitar pukul 02.20 WIB, pompong yang mereka tumpangi mengalami insiden fatal. As pompong berputar dengan cepat hingga tangan korban terlilit dan tergilas, menyebabkan luka parah serta patahnya komponen mesin tersebut.

Rekan korban, Muhammad Idris, segera menghubungi pihak berwenang dan melaporkan kejadian itu. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Inhil langsung memimpin proses evakuasi korban pompong bersama tim TRC setelah menerima laporan.

“Begitu informasi masuk, tim TRC BPBD Inhil langsung meluncur ke lokasi. Korban berhasil dievakuasi dalam keadaan sadar, lalu dibawa ke RSUD Puri Husada Tembilahan untuk mendapatkan perawatan medis intensif,” ungkap petugas piket BPBD Inhil.

BPBD Indragiri Hilir mengingatkan, keselamatan pelayaran sungai harus menjadi prioritas utama bagi nelayan, pengguna pompong, maupun transportasi air lainnya. Pemeriksaan rutin terhadap kondisi kapal, penggunaan pelampung, penerangan memadai, dan kewaspadaan terhadap arus air menjadi langkah penting mencegah kecelakaan.

Wilayah pesisir seperti Indragiri Hilir dikenal memiliki jalur transportasi sungai yang padat. Aktivitas malam hari, terutama di perairan dengan visibilitas rendah, meningkatkan risiko kecelakaan jika prosedur keamanan diabaikan.

BPBD Inhil menegaskan komitmennya untuk terus siaga 24 jam, memberikan layanan darurat dan penyelamatan cepat bagi masyarakat yang membutuhkan, sekaligus mengedukasi warga pesisir tentang pentingnya keselamatan berlayar. Kejadian ini menjadi pengingat bahwa satu kelalaian kecil di perairan dapat berakibat fatal, dan kewaspadaan adalah kunci keselamatan.