Pelindo Naikkan Tarif Boarding Pass Selatpanjang Mulai 1 September 2025

PT Pelindo resmi naikkan tarif boarding pass di Pelabuhan Tanjung Harapan Selatpanjang per 1 September 2025 demi peningkatan layanan dan investasi.

Pelindo Naikkan Tarif Boarding Pass Selatpanjang Mulai 1 September 2025
Ini Alasan PT Pelindo Naikkan Tarif Boarding Pass di Pelabuhan Tanjung Harapan Selatpanjang Mulai 1 September 2025

TOPIKPUBLIK.COM – SELATPANJANG – PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Cabang Tanjung Balai Karimun akhirnya angkat bicara mengenai kebijakan penyesuaian tarif boarding pass penumpang di Pelabuhan Tanjung Harapan Selatpanjang yang akan mulai berlaku 1 September 2025 mendatang.

General Manager PT Pelindo Cabang Tanjung Balai Karimun, Joni Hutama, menegaskan bahwa penyesuaian tarif dilakukan karena tarif lama sudah tidak relevan dengan kebutuhan pelayanan saat ini. Ia mengingatkan, terakhir kali tarif boarding pass di pelabuhan penumpang Selatpanjang naik pada tahun 2017, sehingga sudah delapan tahun tidak ada perubahan.

“Kalau kita bandingkan, tarif boarding pass penumpang di Selatpanjang masih paling rendah di wilayah Riau dan Kepulauan Riau (Kepri). Padahal pelabuhan lain sudah lebih dulu menyesuaikan tarif sejak lama,” ujar Joni kepada awak media, Rabu (27/8/2025) malam.

Tarif Boarding Pass Selatpanjang Ketinggalan Jauh

Joni menjelaskan, untuk domestik, pelabuhan di Dumai, Batam, Tanjung Balai Karimun, dan Tanjung Pinang sudah menerapkan tarif Rp10.000, sementara Selatpanjang masih Rp5.000. Untuk internasional WNI, Dumai dan Tanjung Pinang sudah Rp75.000, sedangkan Selatpanjang, Batam, dan Karimun masih Rp50.000. Sementara internasional WNA, di Tanjung Pinang sudah Rp100.000, Dumai, Batam, dan Karimun Rp75.000, tetapi Selatpanjang masih Rp50.000.

“Kondisi ini membuat Selatpanjang tertinggal. Contoh di Tanjung Pinang, tarif sudah berlaku sejak 2017. Mereka punya ruang untuk terus bertransformasi, sementara Selatpanjang masih tertahan dengan tarif lama,” jelasnya.

Rincian Tarif Baru Mulai 1 September 2025

Berdasarkan keputusan manajemen, mulai 1 September 2025 tarif boarding pass di Pelabuhan Tanjung Harapan Selatpanjang akan menjadi:

  • Domestik: dari Rp5.000 menjadi Rp10.000.

  • Internasional WNI: dari Rp50.000 menjadi Rp60.000.

  • Internasional WNA: dari Rp50.000 melonjak ke Rp150.000.

Menurut Joni, kebijakan ini bukan keputusan sepihak. Pelindo telah membicarakannya dengan pemerintah daerah, termasuk hearing bersama Komisi II DPRD Kepulauan Meranti. “Awalnya memang ada penolakan, tetapi setelah dijelaskan untuk kemajuan pelabuhan, akhirnya mereka mendukung penuh,” katanya.

Kenaikan Tarif untuk Peningkatan Pelayanan

Joni menegaskan, kenaikan ini tidak semata-mata soal tarif, melainkan untuk mendukung pembangunan dan peningkatan kualitas pelayanan. PT Pelindo sebagai BUMN terus melakukan transformasi dan modernisasi layanan agar penumpang merasakan kenyamanan lebih baik.

Pada tahun 2024, Pelindo sudah menggelontorkan Rp4,2 miliar untuk transformasi terminal penumpang dan Rp1,5 miliar untuk pembangunan trestle atau fasilitas sisi laut. Ke depan, pembangunan lanjutan periode 2026–2030 diproyeksikan membutuhkan dana hingga Rp12,5 miliar.

“Penyesuaian tarif ini adalah bagian dari komitmen kami meningkatkan mutu pelayanan (level of service) dan memenuhi standar minimum pelayanan (minimum requirement). Selain itu, tarif baru juga diperlukan untuk menutup biaya operasional serta mengembalikan investasi,” papar Joni.

Investasi Jangka Panjang Meski Belum Untung

Meski bisnis pengelolaan pelabuhan penumpang tidak langsung menguntungkan, Pelindo tetap berkomitmen membangun daerah. Joni mengakui, untuk balik modal bisa memakan waktu puluhan tahun. Karena itu, sistem subsidi silang diterapkan dari pelabuhan lain yang lebih produktif.

“Kalau pelabuhan barang bisa lebih profit oriented karena berhadapan dengan pengusaha, sedangkan pelabuhan penumpang lebih fokus ke pelayanan masyarakat. Jadi ini bukan soal keuntungan semata,” tegasnya.

Rencana Pengembangan Terminal Penumpang

Dalam rencana pengembangan ke depan, Pelindo sudah menyiapkan site plan infrastruktur terminal penumpang Selatpanjang. Rencana itu mencakup revitalisasi jalan masuk, penataan koridor menuju trestle, pembangunan loket tiket, area parkir motor dan mobil, parkir becak, musholla, hingga pintu gerbang utama pelabuhan.

“Kami berharap masyarakat dapat memahami kebijakan ini. Dengan penyesuaian tarif, pelayanan di Pelabuhan Tanjung Harapan akan semakin baik dan bermanfaat bagi seluruh pengguna jasa,” ujar Joni.

Ada Ruang Diskon untuk Kelompok Tertentu

Meski tarif naik, Pelindo membuka ruang kemungkinan adanya keringanan bagi masyarakat tertentu, seperti mahasiswa atau warga kurang mampu. Syaratnya harus sesuai aturan dan melalui koordinasi dengan DPRD. “Misalnya menunjukkan kartu pelajar atau kartu miskin, bisa dipertimbangkan mendapat keringanan,” jelas Joni.

Ia menegaskan kembali bahwa kebijakan ini bagian dari transformasi besar Pelindo. “Dengan penyesuaian tarif, pelayanan publik semakin baik, dan masyarakat yang menikmati perjalanan laut di Selatpanjang akan merasakan fasilitas lebih nyaman, aman, dan modern,” tutupnya.