Pembangunan Dinas Pendidikan Rohil Diduga Mandek
Hingga 3 Agustus 2025, pembangunan infrastruktur fisik Dinas Pendidikan Rokan Hilir belum menunjukkan progres signifikan. Publik mulai soroti lambatnya kinerja dan desak transparansi serta kepastian waktu pelaksanaan proyek.
TOPIKPUBLIK.COM — ROKAN HILIR, Minggu (03/08/2025) — Pembangunan infrastruktur fisik di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Rokan Hilir Provinsi Riau disorot tajam masyarakat. Hingga awal Agustus 2025, publik menilai tidak terlihat adanya progres signifikan dalam pelaksanaan pembangunan infrastruktur pendidikan yang semestinya menjadi prioritas utama pemerintah daerah.
Kondisi tersebut memunculkan dugaan kuat bahwa pembangunan sektor pendidikan di Rokan Hilir saat ini masih jalan di tempat alias mandek. Padahal, sektor pendidikan merupakan fondasi utama dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM) dan peningkatan kualitas generasi penerus di daerah.
Minim Tanda-Tanda Progres, Publik Pertanyakan Komitmen Pemda
Kritik dan keluhan bermunculan karena hingga saat ini belum ada tanda-tanda nyata dimulainya pembangunan fisik di lingkungan Dinas Pendidikan. Padahal, anggaran serta perencanaan seharusnya telah rampung sejak triwulan pertama tahun berjalan.
Menanggapi persoalan ini, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Rokan Hilir, M. Nur Hidayat, SH., MH., saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, menyampaikan bahwa pihaknya masih melakukan pendalaman terhadap berbagai persoalan yang selama ini membelit instansinya.
“Pihak kita saat ini sedang mendalami satu per satu persoalan internal di Dinas Pendidikan Rokan Hilir. Perlu dipahami, permasalahan yang ada cukup kompleks, sehingga penyusunan ulang strategi pembangunan memerlukan waktu dan ketelitian,” ujar M. Nur Hidayat.
Persiapan Masih Berjalan, Tapi Kapan Eksekusi?
Lebih lanjut, Hidayat menjelaskan bahwa seluruh proses yang berkaitan dengan pembangunan infrastruktur pendidikan masih dalam tahap persiapan teknis dan administratif.
“Jika bicara soal pembangunan infrastruktur, tentu semuanya masih dalam tahap persiapan. Kita tidak ingin tergesa-gesa, karena setiap tahapan harus dilalui dengan prinsip kehati-hatian,” terangnya.
Namun demikian, penjelasan tersebut belum mampu memberikan jawaban pasti mengenai kapan pembangunan fisik di bawah naungan Dinas Pendidikan Rokan Hilir benar-benar akan dimulai dan terealisasi.
Publik Desak Transparansi dan Akselerasi
Sejumlah elemen masyarakat menilai pernyataan tersebut cenderung normatif dan tidak menjawab kegelisahan publik. Minimnya transparansi dan belum adanya garis waktu (timeline) yang jelas untuk pelaksanaan proyek pembangunan fisik pendidikan makin memperkuat dugaan bahwa instansi tersebut belum siap secara manajerial dan teknis.
Pemerhati kebijakan publik dan aktivis pendidikan di Rokan Hilir mendesak agar Dinas Pendidikan lebih terbuka dalam menyampaikan rencana kerja, alokasi anggaran, serta jadwal pelaksanaan proyek. Pasalnya, keterbukaan informasi publik merupakan amanah UU Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.
“Jika semua masih sekadar wacana dan persiapan, lalu kapan realisasi pembangunannya? Pendidikan adalah kebutuhan dasar masyarakat, jangan sampai anak-anak kita menjadi korban dari lambannya birokrasi,” ujar salah satu tokoh masyarakat di Bagan Siapiapi.
Sorotan Meningkat, Harapan Publik Semakin Tinggi
Sorotan terhadap lambatnya pembangunan infrastruktur Dinas Pendidikan Rokan Hilir terus meningkat. Seiring bertambahnya waktu, masyarakat berharap agar Pemkab Rokan Hilir, melalui dinas terkait, segera menunjukkan keseriusan dalam mewujudkan pembangunan sarana dan prasarana pendidikan yang memadai.
Jika tidak ada langkah konkret dalam waktu dekat, bukan tidak mungkin kepercayaan publik terhadap kinerja pemerintah daerah akan terus menurun. Selain itu, target pencapaian indikator pembangunan daerah, khususnya di sektor pendidikan, juga terancam tidak tercapai.
Editor: Thab313
Reporter: Panca Sitepu























