Simulasi Penanggulangan Bencana Karhutla di Sekolah, Upaya Tumbuhkan Kesadaran Cegah Bencana

Upaya preventif Pertamina Patra Niaga FT Sei Siak terhadap bencana yang kerap terjadi di Pekanbaru.

Simulasi Penanggulangan Bencana Karhutla di Sekolah, Upaya Tumbuhkan Kesadaran Cegah Bencana
Simulasi Penanggulangan Bencana Karhutla di Sekolah, Upaya Tumbuhkan Kesadaran Cegah Bencana

TOPIKPUBLIK.COM - Sosialisasi dan simulasi penanggulangan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kembali dilaksanakan Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) melalui Fuel Terminal (FT) Sei Siak. Kali ini digelar di<span;> SDN 93 Kota Pekanbaru, Jl. Sri Indra No.17, Rumbai Bukit, Kecamatan Rumbai. Kegiatan ini terlaksana dengan dukungan penuh dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekanbaru.

Langkah ini merupakan upaya preventif Pertamina Patra Niaga FT Sei Siak terhadap bencana yang kerap terjadi di Pekanbaru. Sepanjang tahun 2025, tercatat sudah terjadi tiga kasus kebakaran lahan dengan luas 1,6 hektar yang berdampak langsung pada masyarakat.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Pertamina dalam mendukung pencegahan bencana sekaligus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah.

"Aksi tanggap bencana ini adalah upaya kami untuk mencegah serta menanggulangi kebakaran hutan yang masih sering terjadi di Pekanbaru, khususnya di wilayah Rumbai yang rawan karena banyaknya lahan kosong dan suhu panas yang tinggi. Edukasi sejak dini di sekolah dasar penting agar kesadaran tumbuh dari level pendidikan terendah. Kegiatan ini juga sejalan dengan dukungan Pertamina terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 13 tentang penanganan perubahan iklim dan poin 15 tentang ekosistem daratan,” jelas Fahrougi.

Sementara itu, Kepala Bidang Penanggulangan BPBD Kota Pekanbaru, Octa, menambahkan pentingnya simulasi langsung agar anak-anak memahami langkah konkret jika menghadapi kondisi darurat.

“Kami memberikan sosialisasi sekaligus simulasi kebakaran lahan. Anak-anak kami ajarkan cara memadamkan api menggunakan selang hingga langkah pasca-kebakaran, sehingga mereka bisa lebih aware terhadap potensi bencana di sekitar,” tutupnya.