STIH Putri Maharaja Wisuda 54 Sarjana Hukum Angkatan 2025

STIH Putri Maharaja Payakumbuh mewisuda 54 sarjana hukum Angkatan VII Tahun Akademik 2024/2025. Acara berlangsung khidmat dan dihadiri tokoh hukum serta pejabat daerah.

STIH Putri Maharaja Wisuda 54 Sarjana Hukum Angkatan 2025
Ketua STIH Putri Maharaja Payakumbuh, Dr. Eviandi Ibrahim, S.H., M.Hum., Ph.D., bersama para wisudawan Angkatan VII dalam prosesi wisuda sarjana hukum di Ballroom Hotel Mangkuto, Sabtu (21/6/2025).

TOPIKPUBLIK.COM – PAYAKUMBUH – Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Putri Maharaja Payakumbuh kembali menorehkan sejarah akademik dengan sukses menggelar Wisuda Sarjana Ilmu Hukum Angkatan VII Tahun Akademik 2024/2025, yang diikuti oleh 54 lulusan pada Sabtu (21/6/2025). Acara berlangsung khidmat di Ballroom Hotel Mangkuto Payakumbuh dan dihadiri para pejabat daerah serta tokoh penting dari lembaga hukum dan pemerintahan.

Prosesi dimulai dengan laporan Ketua Panitia, Dr. Anny Yuserlina, S.H., M.H., yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua STIH Putri Maharaja. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa 33 wisudawan laki-laki dan 21 wisudawati perempuan dinyatakan lulus setelah menyelesaikan seluruh tahapan akademik sesuai dengan standar mutu pendidikan tinggi hukum nasional.

“Wisuda ini merupakan buah dari kerja keras dan kolaborasi seluruh elemen kampus—mahasiswa, dosen, hingga pengelola institusi—dalam mencetak lulusan hukum yang unggul, berintegritas, dan siap mengabdi untuk keadilan,” ujar Dr. Anny dengan penuh semangat.

Selanjutnya, prosesi pembacaan Surat Keputusan Ketua STIH tentang nama-nama wisudawan dibacakan langsung oleh Ketua Program Studi Ilmu Hukum, Dr. Failin, S.H., sebagai tanda resmi pengukuhan gelar akademik Sarjana Hukum (S.H.) kepada para lulusan.

Momentum sakral ini turut disaksikan oleh perwakilan LLDIKTI Wilayah X, yakni Cand. Dr. Syahril, S.H., M.H., yang hadir sebagai Ketua Tim Kelembagaan. Dalam pidatonya, ia menegaskan bahwa pendidikan tinggi hukum merupakan pondasi strategis dalam pembangunan bangsa.

“STIH Putri Maharaja telah menunjukkan konsistensinya dalam mendidik generasi muda yang tangguh secara intelektual dan bermoral hukum. Ini adalah kontribusi nyata bagi sistem hukum Indonesia yang adil dan beradab,” tegasnya. Ia juga mendorong agar STIH terus berinovasi dalam pendekatan kurikulum dan memperluas jejaring kerja sama lintas institusi.

Dukungan dari pemerintah daerah juga hadir melalui sambutan Wakil Wali Kota Payakumbuh, Elzadaswarman, S.K.M., M.M.P.M., yang menyatakan kebanggaan atas kiprah STIH sebagai salah satu pilar edukasi hukum di Sumatera Barat.

“Kami berharap lulusan STIH dapat menjadi motor penggerak kesadaran hukum di tengah masyarakat. Mereka adalah harapan masa depan dalam membumikan nilai-nilai hukum secara nyata,” ujar Elzadaswarman.

Sementara itu, dalam sambutan utama, Ketua STIH Putri Maharaja, Dr. Eviandi Ibrahim, S.H., M.Hum., Ph.D., menyampaikan orasi ilmiah yang sarat makna. Ia menekankan bahwa pendidikan hukum sejatinya tidak hanya melahirkan pemahaman akademik, tetapi juga membentuk karakter dan tanggung jawab sosial seorang sarjana hukum.

“Gelar Sarjana Hukum bukanlah akhir dari perjuangan, tetapi awal dari panggilan pengabdian. Tugas Anda adalah menjadi penjaga nilai keadilan, pembela kebenaran, dan pelayan bagi masyarakat. Jadilah intelektual hukum yang cerdas, beretika, dan solutif,” ucap Eviandi penuh inspirasi.

Prosesi wisuda semakin bermakna dengan kehadiran sejumlah tokoh penting dan perwakilan lembaga penegak hukum, seperti Pengadilan Negeri Payakumbuh dan Tanjung Pati, Pengadilan Agama, Kejaksaan Negeri, Kodim 0305/50 Kota, Polres Payakumbuh dan 50 Kota, serta para dosen dan civitas akademika.

Turut hadir pula Pembina Yayasan Pendidikan Putri Maharaja, Hj. Rahmawati Boty, S.H., SPN., M.H., M.M., dan Ketua Yayasan, dr. Vivinia Rahmi Andika Putri, yang memberikan dukungan penuh terhadap perkembangan kampus dan mahasiswa.

Wisuda ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Dr. Asep Ajidin, S.Pd.I., S.H., M.H., dilanjutkan dengan penampilan persembahan lagu dari perwakilan wisudawan. Suasana haru, bangga, dan penuh kehangatan memenuhi ruangan sebagai penanda babak baru dalam perjalanan pengabdian para sarjana hukum muda untuk negeri.