Pemkab Siak Siapkan 50 Dapur Dukung Program Makan Bergizi Gratis Presiden Prabowo
Pemkab Siak petakan 50 dapur untuk Program Makan Bergizi Gratis Presiden Prabowo, sasar anak sekolah, ibu hamil, dan wilayah terpencil.
TOPIKPUBLIK.COM – SIAK SRI INDRAPURA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak menyatakan dukungan penuh terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Program nasional ini bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia, termasuk pelajar PAUD, SD, SMP, SMA, SMK, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, khususnya di wilayah terpencil, tertinggal, dan kelompok masyarakat dengan kondisi ekonomi rentan.
Wakil Bupati Siak, Syamsurizal, menegaskan komitmen daerah dalam mengawal kelancaran implementasi MBG. Pemerintah telah memetakan kebutuhan dan kesiapan infrastruktur pendukung, mulai dari ketersediaan dapur penyedia makanan bergizi, bahan baku, hingga sistem distribusi dan pengawasan.

“Kami menyambut baik dan mendukung penuh program MBG ini. Pemkab Siak mengalokasikan 50 dapur penyedia MBG yang akan tersebar di 14 kecamatan,” ujar Syamsurizal saat membuka acara percepatan program MBG di Zamrud Room, Komplek Perumahan Abdi Praja, Kota Siak, Senin (11/8/2025).
Saat ini, dari total 50 dapur yang direncanakan, sebanyak 44 dapur telah terverifikasi dan memenuhi syarat operasional, sementara 6 dapur lainnya masih dalam proses pemenuhan. Wabup Siak meminta seluruh pihak terkait untuk berpartisipasi aktif mendorong penyediaan infrastruktur pendukung, termasuk bahan pokok, lokasi operasional dapur, kelayakan fasilitas, dan pengawasan mutu makanan bergizi yang akan disalurkan.
Untuk mempercepat proses, Syamsurizal menugaskan dinas terkait agar berkoordinasi langsung dengan Badan Gizi Nasional Wilayah Kabupaten Siak sebagai koordinator pelaksanaan MBG. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memastikan program berjalan tepat sasaran.

Selain itu, Pemkab Siak akan mengerahkan 52 Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang telah dilatih dan ditempatkan di wilayah Siak. Para SPPI ini akan didistribusikan ke 14 kecamatan guna memperkuat koordinasi dengan camat, penghulu kampung, dan perangkat desa, serta mencari solusi cepat atas kendala pelaksanaan MBG di lapangan.
“Segera gerakkan para SPPI agar berkoordinasi di wilayah kerja masing-masing. Kita harus memastikan program ini berjalan lancar, transparan, dan tepat sasaran demi masa depan anak-anak kita,” tegasnya.
Program MBG di Kabupaten Siak diharapkan dapat menjadi contoh implementasi terbaik di tingkat daerah. Pemerintah optimistis, dengan keterlibatan aktif masyarakat, sinergi antarinstansi, serta dukungan penuh dari pemerintah pusat, generasi muda Siak akan tumbuh lebih sehat, cerdas, dan memiliki daya saing tinggi.























