Wapres Gibran Minta Jalan Pekanbaru–Kuansing Dijaga Pasca Perbaikan
Wapres Gibran Rakabuming Raka hadiri Festival Pacu Jalur 2025 di Kuansing. Ia minta jalan nasional Pekanbaru–Kuansing yang baru diperbaiki dijaga dari kerusakan akibat kendaraan ODOL.
TOPIKPUBLIK.COM – JAKARTA – Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka menghadiri secara langsung Festival Pacu Jalur 2025 di Tepian Narosa, Teluk Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Provinsi Riau, Rabu (20/8/2025). Kedatangan orang nomor dua di Indonesia itu disambut meriah ribuan masyarakat yang sudah memadati lokasi sejak pagi, menandai besarnya antusiasme warga Riau terhadap kehadiran pemimpin nasional.
Menjelang kunjungan kenegaraan tersebut, jalan nasional Pekanbaru–Teluk Kuantan yang selama ini rusak parah akhirnya mendapat perhatian serius. Perbaikan dilakukan dengan cepat dan intensif, mulai dari tambal sulam, perataan hingga pengaspalan ulang. Masyarakat menilai kondisi jalan yang kini mulus ibarat “hadiah istimewa” dari Presiden Prabowo Subianto melalui Wapres Gibran yang turun langsung menyapa masyarakat Kuansing.
Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Riau, Yohanes Tulak Todingrara, menjelaskan bahwa pihaknya mengerahkan tim siang dan malam untuk memastikan jalan selesai dikerjakan sebelum agenda kenegaraan berlangsung.
“Kami kerahkan tenaga ekstra mulai dari tambal sulam, perataan, hingga pengaspalan ulang. Targetnya memang harus rampung sebelum Wapres hadir di Kuansing,” tegas Yohanes.
Gibran Kagumi Pacu Jalur sebagai Warisan Budaya dan Pariwisata
Dalam kesempatan tersebut, Wapres Gibran hadir sebagai tamu kehormatan, duduk berdampingan dengan pejabat pusat maupun daerah, serta menyaksikan langsung jalannya lomba tradisional Pacu Jalur yang sudah menjadi ikon budaya masyarakat Kuansing. Ia mengaku terkesan dengan semangat ribuan peserta dan penonton yang menjadikan tradisi ini bukan hanya ajang hiburan, tetapi juga sarana memperkuat persatuan masyarakat.
“Pacu Jalur ini luar biasa. Bukan sekadar tontonan, tetapi juga potensi besar untuk pariwisata dan kesejahteraan masyarakat Kuansing serta Riau secara keseluruhan. Saya berharap bisa hadir lagi di tahun mendatang,” ujar Gibran.
Wapres Ingatkan Soal Ketahanan Infrastruktur Jalan
Beberapa hari setelah kepulangannya ke Jakarta, Wapres Gibran kembali menyinggung soal pentingnya menjaga keberlanjutan infrastruktur jalan nasional Pekanbaru–Kuansing yang baru saja diperbaiki. Menurutnya, jalan tersebut rentan kembali rusak jika kendaraan dengan tonase berlebih tidak dikendalikan.
“Jangan sampai baru beberapa bulan diperbaiki, jalan sudah hancur lagi. Kiranya Pak Gubernur Riau bisa mengontrol kendaraan berat atau mencarikan jalur alternatif. Aturan Over Dimension Over Load (ODOL) harus ditegakkan supaya jalan tetap awet,” tegas Gibran.
Respons Pemda Kuansing
Menanggapi pernyataan tersebut, Bupati Kuansing, Dr. H. Suhardiman Amby, menyatakan sepakat dengan arahan Wapres. Ia menegaskan pihaknya siap berkoordinasi dengan Gubernur Riau Abdul Wahid untuk menjaga kualitas jalan agar tidak kembali rusak akibat kendaraan berat.
“Apa yang disampaikan Wapres benar adanya. Kami tidak ingin jalan Pekanbaru–Kuansing yang baru diperbaiki rusak kembali akibat kendaraan tonase berat. Pemda Kuansing akan segera berkoordinasi dengan Pemprov Riau untuk solusi terbaik,” ungkap Suhardiman.
Warga Apresiasi Perhatian Pemerintah
Bagi masyarakat Kuansing, perbaikan jalan ini meninggalkan kesan mendalam. Warga merasakan manfaat nyata dari perbaikan infrastruktur yang selama bertahun-tahun mereka harapkan.
“Sekarang jalan ke Teluk Kuantan sudah mulus. Terima kasih Presiden Prabowo, terima kasih Pak Gibran. Semoga kondisi ini berkelanjutan, bukan hanya saat pejabat datang. Kami berharap perawatan jalan terus dilakukan agar Pacu Jalur bisa makin dikenal dan akses masyarakat semakin mudah,” ujar Junaidi, warga Kuansing.
Kehadiran Wapres Gibran di Festival Pacu Jalur 2025 bukan hanya membawa semangat baru bagi masyarakat Kuansing, tetapi juga menjadi momentum penting untuk mendorong pariwisata Riau, pembangunan infrastruktur, dan kesadaran menjaga jalan nasional Pekanbaru–Kuansing dari kerusakan akibat ODOL.
























