Bupati Asmar Buka Festival Telaga Air Merah 2026 di Meranti

Bupati Asmar membuka Festival Telaga Air Merah 2026 di Desa Tanjung, Meranti. Festival budaya Melayu ini dorong wisata desa, ekonomi masyarakat dan kolaborasi bersama PT ITA.

Bupati Asmar Buka Festival Telaga Air Merah 2026 di Meranti
Bupati Asmar Buka Festival Telaga Air Merah 2026, Kolaborasi Desa dan PT ITA Bangun Wisata Berbasis Budaya Melayu di Meranti

MERANTI, TOPIKPUBLIK.COM – Semangat kolaborasi antara pemerintah desa, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), masyarakat dan perusahaan kembali menjadi kekuatan besar dalam membangun sektor pariwisata berbasis kearifan lokal di Kabupaten Kepulauan Meranti. Hal itu tampak dalam pembukaan Festival Telaga Air Merah ke-VI Tahun 2026 yang berlangsung meriah di Desa Tanjung, Kecamatan Tebingtinggi Barat, Sabtu (16/5/2026).

Festival budaya tahunan yang kini menjadi ikon wisata Desa Tanjung tersebut secara resmi dibuka oleh Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar. Kehadiran orang nomor satu di Meranti itu disambut antusias masyarakat, tokoh adat, pemuda, pelaku wisata hingga tamu undangan yang memadati kawasan Wisata Telaga Air Merah.

Dalam sambutannya, Bupati Asmar memberikan apresiasi tinggi terhadap sinergi yang dibangun Pemerintah Desa Tanjung bersama BUMDes Tanjung Mandiri dan PT Imbang Tata Alam (ITA) dalam mengembangkan potensi wisata desa yang berbasis budaya Melayu dan pemberdayaan masyarakat.

Menurut Asmar, Festival Telaga Air Merah bukan sekadar agenda hiburan rakyat ataupun destinasi wisata musiman, melainkan telah berkembang menjadi simbol kebangkitan desa dalam mengelola potensi lokal secara mandiri dan berkelanjutan.

“Festival ini dapat menjadi contoh bagaimana kekayaan budaya, sejarah dan kearifan lokal mampu dikembangkan menjadi potensi pariwisata yang berdampak terhadap pemberdayaan masyarakat serta peningkatan perekonomian daerah,” ujar Asmar.

Ia menilai, keberhasilan Desa Tanjung mengelola wisata Telaga Air Merah menjadi bukti nyata bahwa desa memiliki kekuatan besar untuk tumbuh dan maju apabila didukung kekompakan seluruh elemen masyarakat serta kolaborasi lintas sektor.

Lebih lanjut, Bupati Asmar mengatakan Festival Telaga Air Merah juga memiliki nilai strategis dalam menjaga eksistensi budaya Melayu di tengah derasnya arus modernisasi dan perkembangan teknologi global yang terus mempengaruhi generasi muda.

Menurutnya, berbagai perlombaan tradisional dan pertunjukan budaya yang ditampilkan dalam festival tersebut menjadi ruang edukasi sekaligus pelestarian budaya daerah agar tidak tergerus zaman.

“Festival Telaga Air Merah ini merupakan salah satu bentuk usaha kita dalam menjaga khasanah budaya Melayu sekaligus mengajak generasi muda untuk terus melestarikan warisan budaya daerah,” katanya.

Selain memberikan perhatian terhadap sektor pariwisata dan budaya, Bupati Asmar turut mengapresiasi kontribusi PT Imbang Tata Alam dalam mendukung pembangunan infrastruktur desa melalui pembangunan Jalan Tanjung Darul Takzim sepanjang 1.600 meter dengan lebar 3 meter.

Jalan tersebut dibangun secara swakelola bersama masyarakat setempat dan dinilai memiliki manfaat besar dalam meningkatkan aksesibilitas warga, memperlancar distribusi hasil pertanian dan perkebunan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa.

“Kami berharap keberadaan jalan ini dapat dijaga dan dirawat bersama sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang,” ungkapnya.

Bupati Asmar juga menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur desa harus berjalan beriringan dengan pengembangan sektor wisata dan ekonomi kreatif agar dampaknya benar-benar dirasakan masyarakat secara luas.

Sementara itu, Kepala Desa Tanjung, Muhammad Anas, menyampaikan bahwa Festival Telaga Air Merah yang kini memasuki tahun keenam merupakan hasil kebersamaan dan kekompakan seluruh pihak dalam membangun desa wisata berbasis potensi lokal.

Ia mengatakan, konsistensi penyelenggaraan festival setiap tahun menjadi bukti bahwa Desa Tanjung terus berkomitmen menjadikan Telaga Air Merah sebagai salah satu destinasi unggulan di Kepulauan Meranti.

“Alhamdulillah di tahun 2026 ini kami dari Desa Tanjung bekerja sama dengan BUMDes dan PT Imbang Tata Alam kembali melaksanakan Festival Telaga Air Merah yang ke-VI. Tentunya ini merupakan bentuk kebersamaan dan kekompakan seluruh pihak,” ujarnya.

Muhammad Anas juga mengungkapkan bahwa pengelolaan Wisata Telaga Air Merah melalui unit usaha BUMDes Tanjung Mandiri terus memberikan dampak positif terhadap peningkatan pendapatan desa dan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, keberhasilan BUMDes menjadi indikator bahwa sektor wisata desa mampu tumbuh menjadi kekuatan ekonomi baru apabila dikelola secara profesional dan melibatkan masyarakat secara aktif.

“Alhamdulillah pada tahun 2025 lalu, BUMDes Tanjung Mandiri berhasil menghasilkan PAD atau keuntungan sekitar Rp183 juta yang sedikit demi sedikit dapat memberikan kontribusi bagi desa dan masyarakat,” katanya.

Di sisi lain, perwakilan Manajemen EMP PT Imbang Tata Alam (ITA), Arif Hidayatullah, menilai Festival Telaga Air Merah menjadi contoh nyata keberhasilan kolaborasi antara perusahaan, pemerintah desa dan masyarakat dalam membangun kawasan wisata yang produktif dan bernilai ekonomi.

Ia menegaskan, PT Imbang Tata Alam hadir bukan hanya sebagai perusahaan yang beroperasi di wilayah Meranti, tetapi juga sebagai mitra pembangunan daerah yang ingin tumbuh bersama masyarakat.

“PT Imbang Tata Alam bukan Superman, tetapi kami berupaya menjadi super team bersama masyarakat dan pemerintah dalam membangun Meranti yang lebih maju,” ujarnya.

Arif mengaku kagum terhadap semangat masyarakat Desa Tanjung yang mampu mengubah kawasan embung sederhana menjadi destinasi wisata yang menarik dan ramai dikunjungi masyarakat dari berbagai daerah.

Menurutnya, semangat gotong royong dan optimisme masyarakat menjadi energi utama dalam membangun kawasan wisata berbasis desa yang memiliki daya saing.

“Bagaimana kondisi yang tidak optimal dan berada di kampung ternyata bisa dibangun menjadi seperti ini. Kami belajar dari semangat juang masyarakat Desa Tanjung dalam mengembangkan wisata,” katanya.

Ia juga mengapresiasi keterlibatan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), BUMDes, pemuda desa hingga masyarakat yang menyediakan homestay dan fasilitas pendukung lainnya selama festival berlangsung.

Kondisi tersebut, kata Arif, secara langsung menciptakan perputaran ekonomi masyarakat melalui sektor UMKM, penginapan, kuliner dan jasa wisata lokal.

“Boleh jadi kita berbeda, ada Jawa, Sunda dan Melayu, tetapi di sini kita bersatu dan berkolaborasi membangun Meranti lebih maju,” ungkapnya.

Sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap masyarakat sekitar wilayah operasional perusahaan, PT Imbang Tata Alam juga menyerahkan santunan kepada 23 anak yatim yang berasal dari Desa Tanjung, Maini Darul Aman, Tenan dan Tanjung Darul Takzim.

Momentum tersebut menambah nuansa kebersamaan dan kepedulian sosial dalam pelaksanaan Festival Telaga Air Merah ke-VI Tahun 2026 yang tidak hanya berorientasi pada hiburan dan wisata, tetapi juga memperkuat nilai kemanusiaan dan solidaritas sosial masyarakat.

Usai membuka festival, Bupati Asmar turut membuka lomba pacu sampan dan lomba mencucuk atap yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan budaya tahunan tersebut.

Tidak hanya itu, sebagai bentuk kepedulian terhadap pelestarian lingkungan pesisir dan kawasan wisata, Bupati Asmar bersama tamu undangan juga melakukan penanaman pohon di sekitar kawasan Wisata Telaga Air Merah.

Festival Telaga Air Merah ke-VI Tahun 2026 sendiri berlangsung semarak dengan berbagai kegiatan budaya, perlombaan rakyat dan hiburan masyarakat. Mulai dari lomba pacu sampan, lomba mencucuk atap, lomba mewarnai tingkat TK dan RA se-Kecamatan Tebingtinggi dan Tebingtinggi Barat, malam apresiasi seni budaya, pertunjukan barongsai, tari tradisional, orkes Melayu, api unggun hingga camping ground di kawasan wisata Telaga Air Merah.

Sebelum membuka festival, Bupati Asmar juga terlebih dahulu meresmikan Jalan Tanjung Darul Takzim yang dibangun melalui dukungan PT Imbang Tata Alam sebagai bentuk nyata kolaborasi pembangunan infrastruktur desa di Kabupaten Kepulauan Meranti.

Festival Telaga Air Merah kini tidak hanya menjadi agenda budaya tahunan masyarakat Desa Tanjung, tetapi juga telah menjelma menjadi simbol kebangkitan wisata desa, pelestarian budaya Melayu dan kekuatan kolaborasi dalam membangun Meranti yang lebih maju, mandiri dan berdaya saing.