Bupati Meranti Resmikan Jalan Wisata Telaga Air Merah
Bupati Kepulauan Meranti H Asmar meresmikan jalan akses menuju wisata Telaga Air Merah di Desa Tanjung. Infrastruktur baru ini diharapkan mendorong pariwisata, ekonomi masyarakat, dan Festival Telaga Air Merah 2026.
SELATPANJANG, TOPIKPUBLIK.COM – Komitmen membangun konektivitas desa sekaligus menghidupkan potensi wisata lokal kembali ditunjukkan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti. Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Pur) H Asmar, secara resmi meresmikan jalan akses menuju kawasan wisata Telaga Air Merah yang dibangun oleh PT Imbang Tata Alam (ITA) di Desa Tanjung, Kecamatan Tebing Tinggi Barat, Sabtu (16/5/2026).
Peresmian jalan tersebut menjadi momentum penting bagi masyarakat Desa Tanjung dan Kabupaten Kepulauan Meranti secara umum. Infrastruktur jalan sepanjang 1.600 meter dengan lebar 3 meter itu kini menjadi akses utama masyarakat dari Kota Selatpanjang menuju destinasi wisata Telaga Air Merah yang selama beberapa tahun terakhir berkembang menjadi salah satu ikon wisata alam dan budaya masyarakat pesisir Meranti.
Keberadaan jalan baru itu dinilai tidak hanya mempermudah mobilitas masyarakat, tetapi juga membuka ruang pertumbuhan ekonomi baru, mempercepat akses wisatawan, serta memperkuat geliat UMKM dan aktivitas sosial masyarakat di kawasan wisata desa.
Peresmian jalan dilaksanakan bersamaan dengan pembukaan Festival Telaga Air Merah dan Kemah Budaya Tahun 2026 yang berlangsung selama dua hari, mulai 16 hingga 17 Mei 2026. Festival yang kini memasuki tahun keenam pelaksanaannya itu telah menjelma menjadi agenda budaya tahunan masyarakat Kepulauan Meranti yang mampu menarik perhatian pengunjung dari berbagai daerah di Provinsi Riau.
Nuansa budaya Melayu dan semangat kebersamaan masyarakat begitu terasa sepanjang kegiatan berlangsung. Ribuan masyarakat tampak memadati kawasan Telaga Air Merah untuk menyaksikan berbagai perlombaan tradisional, pertunjukan seni budaya, hingga kegiatan wisata berbasis masyarakat yang menjadi ciri khas festival tersebut.
Festival Telaga Air Merah tahun ini diramaikan dengan beragam kegiatan bernilai budaya dan edukatif, di antaranya lomba pacu sampan dewasa dan pelajar, lomba mencucuk atap tradisional, lomba mewarnai tingkat TK/RA, malam apresiasi seni budaya Melayu, pertunjukan musik tradisional, penampilan tari daerah, pelepasan lampion, hingga kegiatan kemah budaya dan pembakaran api unggun yang berlangsung di kawasan wisata Telaga Air Merah.
Bupati Kepulauan Meranti, H Asmar, dalam sambutannya mengatakan bahwa pembangunan akses jalan menuju kawasan wisata menjadi langkah strategis dalam mendukung pengembangan daerah berbasis potensi lokal. Menurutnya, konektivitas infrastruktur menjadi fondasi utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa.
Ia menegaskan, kawasan wisata yang memiliki akses memadai akan lebih mudah berkembang dan mampu memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, terutama bagi pelaku usaha kecil, pedagang, dan masyarakat yang bergerak di sektor pariwisata.
“Pembangunan infrastruktur jalan sangat penting untuk mendukung mobilitas masyarakat sekaligus membuka akses pengembangan wisata daerah. Ketika akses terbuka, maka peluang ekonomi masyarakat juga ikut tumbuh,” ujar Bupati Asmar.
Sementara itu, Kepala Desa Tanjung, Muhammad Anas, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada PT Imbang Tata Alam yang telah mendukung penuh pelaksanaan Festival Telaga Air Merah sebagai sponsor utama kegiatan sekaligus membantu pembangunan akses jalan menuju kawasan wisata.
Menurut Anas, kawasan Telaga Air Merah dulunya hanyalah area yang kurang terkelola dan belum banyak dikenal masyarakat luar. Namun berkat semangat gotong royong masyarakat serta dukungan berbagai pihak, kawasan tersebut kini berkembang menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Kepulauan Meranti.

Ia menilai perkembangan wisata Telaga Air Merah telah memberikan dampak nyata terhadap aktivitas ekonomi masyarakat desa. Selama festival berlangsung, berbagai usaha masyarakat seperti kuliner, kerajinan, hingga jasa transportasi lokal mengalami peningkatan aktivitas yang cukup signifikan.
“Dulu kawasan ini terbengkalai dan belum tertata. Sekarang Telaga Air Merah sudah menjadi kebanggaan masyarakat Desa Tanjung dan mulai dikenal luas sebagai destinasi wisata budaya dan alam di Kepulauan Meranti,” ungkapnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Act Area Manager PT ITA, Suprijanto, serta CSR Coordinator PT ITA, Arip Hidayatulloh. Dalam sambutannya, Arip menjelaskan bahwa kolaborasi antara perusahaan dengan masyarakat Desa Tanjung telah dimulai sejak tahun 2021.
Saat itu, perusahaan melihat adanya semangat masyarakat dalam membangun kawasan wisata berbasis partisipasi warga dari lokasi yang sebelumnya kurang produktif menjadi ruang publik yang bernilai ekonomi, budaya, dan lingkungan.
Menurut Arip, program pembangunan yang tumbuh dari inisiatif masyarakat memiliki peluang keberlanjutan lebih besar karena masyarakat menjadi bagian utama dalam proses pengelolaan dan pengembangannya.
“Ketika sebuah kegiatan lahir dari inisiatif dan kerja bersama masyarakat, maka manfaatnya cenderung bisa berkelanjutan. Berbeda jika hanya berbasis proyek jangka pendek,” ujar Arip Hidayatulloh.
Senada dengan itu, CSR & Communication Division Manager EMP, Iman Soerjasantosa, mengatakan pembangunan infrastruktur masyarakat di sekitar wilayah operasi perusahaan merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat desa.
Menurutnya, akses jalan yang baik bukan sekadar sarana penghubung, tetapi juga menjadi pintu pembuka terhadap tumbuhnya sektor wisata, perdagangan masyarakat, hingga peningkatan aktivitas ekonomi kawasan secara berkelanjutan.
“Keberadaan infrastruktur yang baik diharapkan dapat mendukung aktivitas masyarakat dan memberi dampak terhadap pertumbuhan ekonomi kawasan,” kata Iman.
Festival dan peresmian jalan tersebut juga dihadiri sejumlah unsur pemerintah daerah, aparat kepolisian, tokoh masyarakat, hingga penggiat wisata dari berbagai kabupaten/kota di Provinsi Riau. Tampak hadir perwakilan Polres Kepulauan Meranti, camat dan lurah dari Kecamatan Langgam Kabupaten Pelalawan, Kepala Desa Sayur Matua Kabupaten Padang Lawas, serta komunitas wisata dari Pekanbaru, Dumai, Rokan Hilir, Kampar, Pelalawan, Rokan Hulu, dan Kabupaten Kepulauan Meranti sebagai tuan rumah kegiatan.
Tidak hanya berfokus pada pengembangan wisata dan budaya, kegiatan tersebut juga diwarnai aksi peduli lingkungan melalui penanaman pohon di kawasan Telaga Air Merah. Penanaman pohon dilakukan langsung oleh Bupati Kepulauan Meranti bersama unsur kepolisian dan manajemen PT Imbang Tata Alam sebagai simbol komitmen menjaga kelestarian kawasan wisata dan ekosistem lingkungan sekitar.
Menutup rangkaian kegiatan, Bupati H Asmar secara resmi melepas pertandingan eksibisi pacu sampan yang diikuti para pemuda setempat. Sorak semangat masyarakat yang memadati tepian Telaga Air Merah menambah semarak suasana festival, sekaligus menjadi simbol hidupnya kembali semangat budaya, pariwisata, dan kebersamaan masyarakat pesisir di Kabupaten Kepulauan Meranti.

























