IYES Indonesia 10 Tahun, Wujudkan Pemerataan Pendidikan di Daerah 3T Riau

IYES Indonesia merayakan 10 tahun kiprah melalui program IYES Mengajar di Kepulauan Meranti, Riau. Melibatkan 37 relawan muda, kegiatan ini berfokus pada pendidikan, infrastruktur, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat di wilayah 3T. Program ini menjadi bukti nyata komitmen generasi muda dalam mewujudkan pemerataan pendidikan dan kesejahteraan masyarakat pelosok Riau.

IYES Indonesia 10 Tahun, Wujudkan Pemerataan Pendidikan di Daerah 3T Riau
IYES Indonesia Genap 10 Tahun, Wujudkan Aksi Nyata Pendidikan Daerah 3T di Riau

PEKANBARU – TOPIKPUBLIK.CO – Selama satu dekade, Indonesian Youth Education and Social (IYES) terus menegaskan komitmennya dalam menghadirkan aksi nyata di bidang pendidikan dan pemberdayaan masyarakat, khususnya di wilayah 3T (tertinggal, terluar, dan terdepan).

Tahun 2025 ini menjadi momentum penting karena program unggulan “IYES Mengajar” telah memasuki tahun ke-10 pelaksanaannya — sebuah perjalanan panjang yang menginspirasi dan memberi dampak langsung bagi anak-anak di pelosok Riau.

Kegiatan IYES Mengajar 10 dilaksanakan pada 7–13 September 2025 di Desa Kepau Baru, Kecamatan Tebing Tinggi Timur, Kabupaten Kepulauan Meranti, dengan melibatkan 37 relawan muda Indonesia. Program ini juga menggandeng Yayasan Bakti Anak Meranti (YBAM) sebagai mitra lokal untuk memperkuat sinergi dan keberlanjutan program.

Dedikasi Sepuluh Tahun untuk Pemerataan Pendidikan di Riau

Project Leader IYES Mengajar 10, Alya Salzabila, menyampaikan bahwa keberadaan IYES selama sepuluh tahun di Riau merupakan bentuk nyata kepedulian generasi muda terhadap pemerataan pendidikan.

“Sepuluh tahun IYES hadir di Riau menjadi bukti bahwa pendidikan di wilayah pelosok masih memerlukan perhatian lebih. Melalui program ini, kami ingin membangkitkan kesadaran bahwa peningkatan kualitas pendidikan adalah tanggung jawab bersama,” ujar Alya.

Tidak hanya berfokus pada aktivitas belajar mengajar di sekolah, program IYES Mengajar juga mencakup bidang kesehatan, sosial ekonomi, infrastruktur, hingga riset dan pengembangan desa. Sebelum kegiatan dimulai, tim relawan melakukan survei lapangan di SMA Negeri 1 Terbuka Tebing Tinggi Timur, satu-satunya sekolah menengah di desa tersebut.

Hasil survei menggambarkan kondisi memprihatinkan: bangunan kayu rapuh, atap bocor, tanpa penerangan listrik, toilet rusak, serta minim fasilitas belajar. Situasi ini menjadi pemicu semangat para relawan untuk menghadirkan perubahan nyata.

Perbaikan Infrastruktur dan Inovasi Pembelajaran

Dalam semangat gotong royong, tim infrastruktur IYES melakukan sejumlah pembenahan seperti pembangunan toilet baru, pemasangan tangki air berkapasitas 250 liter, perbaikan dinding dan papan tulis, serta pemasangan kawat jendela untuk keamanan ruang kelas.
Selain itu, relawan juga membuat pojok baca, area parkir teduh, dan ruang interaksi kreatif bagi para siswa.

Program belajar pun dikemas dengan cara kreatif dan menyenangkan. Relawan memperkenalkan “Dream Mapping” untuk membantu siswa mengenali minat dan cita-cita, “English Market Adventure” untuk melatih kemampuan bahasa Inggris, Sex Education tentang kesehatan reproduksi remaja, hingga praktik sains “Rainbow Lab” untuk membangkitkan semangat belajar IPA.

Dampak Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Lokal

Executive Director IYES Indonesia, Cut Annisa Utami, menegaskan bahwa fokus utama IYES bukan sekadar pengajaran di ruang kelas, melainkan pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal.

“Fokus utama kami adalah pendidikan, tetapi kami ingin menciptakan dampak jangka panjang. Melalui kolaborasi lintas sektor, kami berharap aksi kecil ini menumbuhkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat,” jelas Cut Annisa.

Warga Desa Kepau Baru pun menunjukkan antusiasme tinggi. Mereka mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis, pelatihan pengolahan sagu menjadi gula cair, serta wawancara sosial bersama guru dan tokoh desa untuk menggali lebih dalam kondisi pendidikan setempat.
Pelatihan tersebut bahkan membuka peluang usaha baru berbasis potensi lokal, yang sejalan dengan semangat sustainable development dan kemandirian ekonomi masyarakat desa.

Salah satu guru SMA Negeri 1 Terbuka, Romantin, mengungkapkan rasa terima kasihnya.

“Anak-anak di sini punya potensi besar, tapi sering terbentur kondisi. Dukungan seperti ini memberi harapan baru agar mereka bisa meraih masa depan lebih baik,” ujarnya haru.

Semangat Kolaborasi dan Harapan untuk Generasi Muda 3T

Kegiatan ditutup dengan pentas seni, lomba warga, dan pertunjukan kolaboratif antara siswa, orang tua, dan relawan IYES Mengajar.
Suasana penuh semangat dan kebersamaan menjadi bukti bahwa kehadiran IYES bukan hanya membangun sekolah, tetapi juga memperkuat ikatan sosial dan harapan masyarakat.

Salah satu siswi, Meisyang, berbagi mimpi besarnya.

“Saya ingin kuliah dan menjadi guru. Saya ingin mengubah pola pikir masyarakat agar lebih menjunjung pendidikan. Banyak teman berhenti sekolah karena harus bekerja. Saya ingin menjadi contoh bagi desa ini,” ucapnya dengan mata berbinar.

Sinergi Pemerintah, Swasta, dan Masyarakat

Pelaksanaan IYES Mengajar 10 mendapat dukungan luas dari berbagai pihak seperti Sambu Group, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Riau, Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfo) Provinsi Riau, serta Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti dan pemerintah desa setempat.

Sinergi lintas lembaga ini menjadi fondasi kuat bagi keberlanjutan program IYES Indonesia di masa depan.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan relawan muda, IYES berharap dapat terus meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat literasi masyarakat, serta membuka akses pembangunan berkeadilan bagi wilayah 3T di Riau dan Indonesia.