Halal Bihalal Matua Saiyo Dihadiri Wawako Markarius Anwar
Mempererat Ukhuwah Islamiyyah, Menguatkan Silaturahmi Perantau, dan Membangun Persaudaraan yang Kokoh
PEKANBARU, TOPIKPUBLIK.COM – Minggu, 26 April 2026 / 1447 H — Nuansa kehangatan, kekeluargaan, dan semangat persaudaraan begitu terasa dalam acara Halal Bihalal Warga Matua Saiyo Pekanbaru, Riau yang digelar di Gedung Pertemuan Matua Saiyo, Jalan Embun Pagi. Kegiatan ini menjadi salah satu agenda penting tahunan yang tidak hanya sarat makna spiritual, tetapi juga memiliki nilai sosial yang tinggi bagi masyarakat perantau Minangkabau di Kota Pekanbaru.
Mengusung tema “Mempererat Ukhuwah Islamiyyah & Bersatu dalam Iman, Kuat dalam Bersaudara”, kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat silaturahmi warga rantau, menjaga identitas budaya, serta memperkokoh persatuan dalam kehidupan bermasyarakat di tengah dinamika perkotaan.
Acara diawali dengan tausiyah penuh makna yang disampaikan oleh Ustadz Dr. H. Dendy Muhammad, S.Pd.I, S.Sy, M.Pd. Dalam ceramahnya, beliau menekankan pentingnya menjadikan Halal Bihalal sebagai sarana introspeksi diri, memperbaiki hubungan antarsesama, serta memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
Beliau juga mengingatkan bahwa dalam kehidupan modern yang penuh tantangan, nilai-nilai ukhuwah Islamiyyah harus terus dijaga sebagai fondasi utama dalam membangun masyarakat yang harmonis dan berakhlak mulia.
Kehadiran Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, ST., M.Arch menjadi perhatian sekaligus kehormatan bagi keluarga besar Matua Saiyo. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi tinggi terhadap peran organisasi kemasyarakatan seperti Matua Saiyo dalam menjaga stabilitas sosial dan budaya di tengah masyarakat.
“Kami mengucapkan terima kasih atas undangan yang penuh kehormatan ini. Organisasi seperti Matua Saiyo memiliki peran yang sangat penting dalam membantu pemerintah, khususnya dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat. Dengan adanya wadah seperti ini, banyak persoalan anak kemenakan dapat diselesaikan secara kekeluargaan di tingkat organisasi, tanpa harus sampai ke pemerintah kota. Ini adalah bentuk kearifan lokal yang patut kita jaga dan perkuat,” ujar beliau.
Lebih lanjut, beliau berharap agar semangat kebersamaan, gotong royong, dan nilai kekeluargaan yang tumbuh dalam komunitas perantau ini dapat terus dijaga dan menjadi pilar penting dalam mendukung pembangunan Kota Pekanbaru yang harmonis, inklusif, dan berbudaya.
Sementara itu, Ketua Matua Saiyo Provinsi Riau, Inlazwardi Tanjung, ST Rankayo Alam, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kehadiran Wakil Wali Kota di tengah kesibukan agenda pemerintahan.
“Kami sangat berterima kasih atas kehadiran Bapak Wakil Wali Kota. Di tengah padatnya aktivitas, beliau masih menyempatkan hadir bersama kami di gedung serbaguna Matua Saiyo. Ini menjadi kebanggaan dan motivasi bagi kami untuk terus menjaga kekompakan, memperkuat solidaritas, serta meningkatkan kontribusi nyata di tengah masyarakat,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan Halal Bihalal ini bukan sekadar agenda seremonial, tetapi merupakan bagian dari upaya menjaga nilai-nilai adat, budaya, dan kebersamaan yang diwariskan oleh para leluhur.
Kemeriahan acara semakin terasa dengan digelarnya sesi lelang dan pembagian door prize yang disambut antusias oleh para peserta. Dalam momen tersebut, Wakil Wali Kota Pekanbaru turut berpartisipasi dalam lelang dengan nilai sebesar Rp1.000.000, yang semakin menambah semangat kebersamaan dan kekompakan warga.
Puluhan hadiah menarik yang disiapkan panitia turut menyemarakkan suasana, menciptakan kegembiraan sekaligus mempererat interaksi sosial antaranggota komunitas.
Acara Halal Bihalal Matua Saiyo Pekanbaru 2026 ini dihadiri oleh ratusan anggota beserta keluarga besar perantau, serta turut dihadiri oleh Camat Bukit Raya, Tengku Ardi Dwisasti, S.STP, M.Si, yang menunjukkan sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun kehidupan sosial yang lebih baik.
Kegiatan kemudian ditutup dengan makan bersama dalam suasana penuh keakraban antara Wakil Wali Kota, Camat Bukit Raya, dan seluruh warga Matua Saiyo. Momen ini menjadi simbol nyata bahwa nilai persaudaraan tetap hidup dan tumbuh kuat, meskipun berada jauh dari kampung halaman.
Lebih dari sekadar tradisi, Halal Bihalal Warga Matua Saiyo Pekanbaru menjadi refleksi mendalam bahwa di tanah rantau, kebersamaan adalah kekuatan, silaturahmi adalah jembatan hati, dan persaudaraan adalah rumah yang selalu menguatkan.
Di rantau, jarak boleh memisahkan, namun nilai persaudaraan tetap menyatukan dalam satu ikatan yang tak tergoyahkan.























