Bupati Afni Lantik 18 Bapekam Mempura, Fokus Kolaborasi di Tengah Defisit Anggaran
Bupati Siak Afni Z melantik 18 anggota Bapekam se-Kecamatan Mempura dan menekankan kolaborasi program strategis pemerintah pusat di tengah tantangan defisit anggaran daerah.
MEMPURA – TOPIKPUBLIK.COM – Komitmen memperkuat tata kelola pemerintahan kampung dan meningkatkan kualitas pelayanan publik kembali ditegaskan oleh Bupati Siak, Afni Z, melalui pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan 18 anggota Pergantian Antar Waktu (PAW) Badan Permusyawaratan Kampung (Bapekam) se-Kecamatan Mempura. Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut digelar di Aula Pertemuan Kantor Kecamatan Mempura, Kampung Benteng Hilir, Rabu (1/4/2026).
Pelantikan ini menjadi bagian penting dalam menjaga kesinambungan fungsi legislasi dan pengawasan di tingkat kampung, sekaligus memperkuat peran Bapekam sebagai mitra strategis pemerintah kampung dalam menyerap aspirasi masyarakat.
Adapun 18 anggota Bapekam yang dilantik berasal dari enam kampung di Kecamatan Mempura, dengan rincian sebagai berikut: tiga orang dari Kampung Koto Ringin, satu orang dari Kampung Paluh, empat orang dari Kampung Benteng Hilir, tujuh orang dari Kampung Benteng Hulu, satu orang dari Kampung Tengah, serta dua orang dari Kampung Merempan Hilir. Komposisi ini mencerminkan representasi masyarakat yang diharapkan mampu memperkuat demokrasi partisipatif di tingkat kampung.
Dalam sambutannya, Bupati Afni menegaskan bahwa kehadiran pemerintah daerah di tengah masyarakat bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk nyata komitmen untuk memastikan roda pemerintahan tetap berjalan optimal, khususnya dalam memberikan pelayanan publik yang berkualitas, responsif, dan berkeadilan.
“Hari ini kita masih terus bersama-sama, ini adalah tanda bahwa Pemerintah Kabupaten Siak tetap konsisten menjalankan roda pemerintahan dengan tujuan utama memberikan layanan terbaik bagi masyarakat,” ujar Afni dengan penuh optimisme.
Lebih jauh, ia secara terbuka memaparkan kondisi keuangan daerah yang saat ini tengah menghadapi tantangan serius berupa defisit anggaran. Situasi tersebut dipengaruhi oleh beban utang tunda bayar yang cukup besar, serta dampak penyesuaian kebijakan fiskal nasional dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), yang berimplikasi pada berkurangnya alokasi dana ke daerah.
Kondisi ini, menurutnya, menuntut seluruh elemen pemerintahan, mulai dari tingkat kabupaten hingga kampung, untuk bekerja lebih cermat, efisien, dan penuh dedikasi. Ia juga menekankan pentingnya penguatan integritas serta transparansi dalam pengelolaan anggaran, agar setiap rupiah yang dibelanjakan benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Meski berada dalam tekanan fiskal, Bupati Afni tetap mengajak seluruh pihak untuk menjaga semangat kebersamaan, memperkuat sinergi, serta bekerja dengan penuh keikhlasan. Ia menegaskan bahwa tantangan anggaran tidak boleh menjadi penghalang dalam menghadirkan pelayanan publik yang prima dan pembangunan yang berkelanjutan.
Dalam konteks pembangunan nasional, Afni juga mengingatkan pentingnya dukungan terhadap program strategis pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Salah satu program prioritas yang menjadi perhatian adalah Makanan Bergizi Gratis (MBG), yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.
Program tersebut, lanjutnya, akan diintegrasikan dengan penguatan ekonomi kerakyatan melalui Koperasi Desa Merah Putih serta pengembangan Sekolah Rakyat, sehingga memberikan dampak ganda, baik dari sisi kesehatan, pendidikan, maupun pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.
“Mari kita saling berkolaborasi, memperkuat pengawasan secara inklusif, dan memastikan setiap program berjalan tepat sasaran. Dukungan terhadap program pusat ini penting untuk mendorong peningkatan kualitas SDM dan kesejahteraan masyarakat, meskipun kita berada dalam keterbatasan anggaran,” tegasnya.
Afni juga menaruh harapan besar kepada para anggota Bapekam yang baru dilantik agar mampu menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, menjunjung tinggi etika, serta menjadi jembatan aspirasi masyarakat dalam proses pembangunan kampung. Peran aktif Bapekam dinilai krusial dalam menciptakan pemerintahan kampung yang transparan, akuntabel, dan partisipatif.
Sementara itu, suasana pelantikan berlangsung tertib dan penuh khidmat, dihadiri oleh sejumlah pejabat dan unsur penting daerah, di antaranya Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Siak, Sujarwo, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (DPMK), Susilawati, Camat Mempura, Harland Winanda Mulya, para penghulu kampung, unsur Babinsa dan Bhabinkamtibmas, serta tokoh masyarakat setempat.
Kehadiran berbagai elemen ini menunjukkan kuatnya dukungan lintas sektor terhadap upaya penguatan pemerintahan kampung di Kecamatan Mempura.
Dengan pelantikan ini, diharapkan sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah kampung, dan masyarakat semakin solid dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan ke depan, sekaligus mempercepat terwujudnya Kabupaten Siak yang maju, berdaya saing, dan sejahtera.
Sumber: Doli_Wtr/MC-Siak























