Festival Pacu Jalur Kuansing 2025, Sungai Kuantan Kembali Jernih Usai Operasi PETI
Festival Pacu Jalur Kuansing 2025 disambut dengan Sungai Kuantan yang kembali jernih usai operasi PETI oleh Polda Riau dan Sumbar, dorong wisata Riau mendunia.
LINTASTIMURMEDIA.COM – PEKANBARU – Festival Pacu Jalur 2025 di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Provinsi Riau, diproyeksikan menjadi pesta rakyat terbesar sepanjang sejarah Bumi Lancang Kuning. Event budaya ini bukan hanya atraksi adu cepat perahu jalur di Sungai Kuantan, tetapi juga momentum penting dalam mendongkrak sektor pariwisata, memperkuat ekonomi lokal, serta mengangkat nama Riau ke kancah internasional.
Namun, di balik kemeriahan agenda akbar tersebut, perhatian besar tertuju pada kondisi Sungai Kuantan, ikon sekaligus arena utama Pacu Jalur. Selama ini, sungai yang seharusnya menjadi kebanggaan masyarakat Kuansing justru sering tercemar akibat aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI). Keruhnya air Sungai Kuantan bahkan dikhawatirkan menjadi sorotan dunia internasional, terlebih di era ketika isu lingkungan menjadi perhatian global.
Polda Riau Bertindak Tegas Atas Instruksi Kapolda
Atas inisiatif Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, aparat gabungan menggelar operasi besar-besaran memberantas PETI di sepanjang aliran Sungai Kuantan. Langkah ini bukan sekadar penegakan hukum, tetapi juga bentuk komitmen menjaga kelestarian alam dan warisan budaya Pacu Jalur.
Dalam kurun dua pekan terakhir, aparat berhasil menangkap 16 tersangka serta menyita lebih dari 267 unit dompeng rakit yang biasa digunakan untuk menambang emas ilegal. Hasil operasi ini terbukti membuat air Sungai Kuantan kembali jernih, sehingga menambah pesona bagi wisatawan yang akan menyaksikan Festival Pacu Jalur di Tepian Narosa.
“Berkat dukungan seluruh stakeholder, tokoh adat, dan masyarakat, operasi ini berjalan efektif. Tercatat ada 267 dompeng dan 16 tersangka yang kita tindak. Kami juga mendapat dukungan penuh dari Polda Sumatera Barat (Sumbar) yang melakukan razia serupa di wilayah mereka,” ujar Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, Selasa (19/8/2025).
Dukungan Penuh Polda Sumbar
Kolaborasi lintas daerah pun terjalin. Kapolda Sumbar, Irjen Pol Gatot Tri Suryanta, menegaskan komitmennya untuk ikut mengamankan wilayah hulu Sungai Kuantan yang masuk ke dalam Provinsi Sumbar. Ia menginstruksikan jajarannya agar menindak tegas para pelaku PETI, sekaligus menyita barang bukti hasil kejahatan lingkungan tersebut.
“Kami bersinergi dengan Polda Riau melaksanakan operasi PETI. Apalagi Riau akan menjadi tuan rumah Festival Pacu Jalur, maka kami pun all out melakukan penertiban agar Sungai Kuantan benar-benar siap menyambut tamu dari dalam dan luar negeri,” ungkap Irjen Gatot kepada wartawan, Senin (18/8).
Langkah tegas dua kepolisian daerah ini tak hanya menekan aktivitas tambang ilegal, tetapi juga memberi pesan moral penting bahwa kelestarian alam adalah kunci keberlanjutan budaya dan pariwisata.
Sungai Kuantan Kembali Jernih, Masyarakat Apresiasi
Hasil penertiban membuat wajah Sungai Kuantan berubah drastis. Air yang sebelumnya berwarna keruh pekat kini perlahan kembali jernih. Perubahan itu disambut gembira oleh masyarakat Kuansing, khususnya para “Jalur” atau pendayung yang akan berlaga.
“Semenjak ada penertiban PETI, perubahan air Kuantan luar biasa. Dulu seperti kopi susu, sekarang sudah jauh lebih bersih,” tutur Adil, salah seorang pendayung jalur, dalam unggahan Instagram Bidhumas Polda Riau, Sabtu (17/8).
Adil juga menyampaikan apresiasi kepada Kapolda Riau dan Kapolda Sumbar atas kerja nyata memberantas tambang ilegal. Ia berharap operasi semacam ini tidak berhenti hanya karena adanya Festival Pacu Jalur, tetapi terus berlanjut secara berkesinambungan.
“Semoga ke depan PETI ditindak tegas dari hulu hingga hilir. Sungai Kuantan adalah warisan kita, bukan hanya untuk Pacu Jalur, tetapi juga untuk generasi mendatang,” pungkasnya penuh harap.
Simbol Kebangkitan Budaya dan Lingkungan
Festival Pacu Jalur Kuansing 2025 kini menjadi simbol sinergi antara budaya, pariwisata, dan pelestarian lingkungan. Dengan dukungan aparat, pemerintah daerah, serta masyarakat, Riau optimistis perhelatan ini akan meninggalkan kesan mendalam bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Sungai Kuantan yang kembali jernih bukan hanya menambah estetika Festival Pacu Jalur, tetapi juga mempertegas pesan bahwa budaya dan alam harus dijaga bersama. Momentum ini diharapkan menjadi tonggak kebangkitan wisata Riau, sekaligus memperlihatkan wajah Indonesia yang peduli pada lingkungan di mata dunia.























