Kuansing Lindungi Atlet Pacu Jalur dengan BPJS Ketenagakerjaan

Pemerintah Kuansing gandeng BPJS Ketenagakerjaan beri perlindungan sosial atlet Pacu Jalur Narosa, sinergi budaya dan keselamatan atlet.

Kuansing Lindungi Atlet Pacu Jalur dengan BPJS Ketenagakerjaan
Staf Ahli Bupati Kuansing, Ir. H. Samsir Alam, bersama BPJS Ketenagakerjaan membahas perlindungan atlet Pacu Jalur di Ruang Multimedia Kantor Bupati.

TOPIPUBLIK.COM – TELUK KUANTAN – Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Provinsi Riau, kembali menegaskan komitmen kuatnya dalam memberikan perlindungan sosial bagi para atlet Pacu Jalur—yang akrab disebut “anak pacu”—sebagai garda utama pelestarian warisan budaya Melayu. Komitmen ini diwujudkan melalui kesepakatan strategis penggunaan BPJS Ketenagakerjaan untuk seluruh atlet yang berkompetisi pada Event Pacu Jalur Tradisional Nasional di gelanggang Narosa Teluk Kuantan.

Pertemuan penting yang membahas program perlindungan ini digelar pada Kamis (24/07) di Ruang Multimedia Kantor Bupati Kuansing. Acara tersebut dihadiri langsung oleh Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Ir. H. Samsir Alam, MM, yang mewakili Bupati Kuansing Dr. H. Suhardiman Amby, MM.

Dalam pemaparannya, Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Inhu–Kuansing mengungkapkan bahwa seluruh atlet pacu yang berlaga di gelanggang Narosa akan terdaftar resmi sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Cakupan perlindungan ini berlaku penuh selama masa lomba berlangsung hingga satu bulan setelah event berakhir, sehingga memastikan keselamatan dan jaminan sosial para atlet tetap terjamin.

Staf Ahli Bupati, Ir. H. Samsir Alam, menyambut positif langkah ini. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi bukti nyata perhatian pemerintah terhadap keselamatan dan kesejahteraan atlet pacu yang selama ini menjadi ikon budaya Kuansing.

“Kami sangat mengapresiasi program ini, apalagi tidak membebani APBD karena dibiayai sepenuhnya oleh sponsor. Ini menunjukkan sinergi antara pemerintah dan pihak swasta dapat berjalan efektif, sekaligus melindungi para pelaku budaya yang telah mengharumkan nama daerah,” tegas Samsir Alam.

Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja Kuansing, Kepala Badan Kesbangpol, Kepala Dinas Pariwisata, seluruh camat se-Kabupaten Kuantan Singingi, serta sejumlah undangan lain yang memiliki peran strategis dalam pengembangan Pacu Jalur.

Dengan adanya langkah progresif ini, Kabupaten Kuansing menempatkan diri sebagai salah satu daerah pelopor yang memadukan pelestarian budaya tradisional dengan sistem perlindungan sosial modern. Hal ini sejalan dengan visi menjadikan Pacu Jalur Kuansing bukan sekadar ajang olahraga rakyat, tetapi juga event budaya berskala nasional bahkan internasional, yang mampu menarik wisatawan, memperkuat identitas daerah, dan mengangkat martabat atlet lokal di kancah global.