Kapolda Riau Tinjau Karhutla Dumai, Sisa 8 Titik Api

Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan meninjau karhutla di Dumai, apresiasi pemadaman tim gabungan. Dari 34 titik api kini tersisa 8, upaya pencegahan terus diperkuat.

Kapolda Riau Tinjau Karhutla Dumai, Sisa 8 Titik Api
Kapolda Riau Tinjau Langsung Karhutla di Dumai, Apresiasi Pemadaman dan Tekankan Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan

TOPIKPUBLIK.COM, DUMAI – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Riau, Herry Heryawan kembali melakukan peninjauan langsung ke lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Dumai, Jumat (27/3/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya serius dalam pengendalian karhutla sekaligus memastikan proses pemadaman berjalan optimal di lapangan.

Dalam kunjungan tersebut, Kapolda Riau turut didampingi oleh tokoh akademisi nasional, Rocky Gerung, serta jajaran Pejabat Teras Utama (PTU) Polda Riau. Kehadiran rombongan disambut oleh Pemerintah Kota Dumai yang diwakili Sekretaris Daerah Fahmi Rizal bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Peninjauan difokuskan pada titik karhutla di kawasan Perumahan Althaf Regency, Kelurahan Tanjung Palas, Kecamatan Dumai Timur—salah satu wilayah yang terdampak kebakaran cukup signifikan dalam beberapa hari terakhir. Di lokasi tersebut, Kapolda menyaksikan secara langsung upaya pemadaman yang dilakukan secara terpadu oleh tim gabungan, mulai dari BPBD, TNI/Polri, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, Manggala Agni, hingga masyarakat setempat.

Di sela peninjauan, Irjen Herry Heryawan menyampaikan apresiasi tinggi terhadap dedikasi seluruh personel yang terus berjibaku di lapangan tanpa mengenal waktu. Ia menegaskan bahwa kerja keras lintas sektor ini merupakan kunci utama dalam menekan penyebaran titik api.

“Berdasarkan data dan pantauan di lapangan, dari total 34 titik api yang sempat terdeteksi, saat ini tersisa 8 titik api di wilayah Kota Dumai. Meski mengalami penurunan signifikan, upaya pemadaman dan pendinginan harus terus dilakukan secara maksimal, mengingat potensi kebakaran masih tinggi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Kapolda juga mengingatkan bahwa tantangan ke depan akan semakin kompleks, terutama dengan adanya prediksi musim kemarau yang relatif panjang. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko munculnya titik api baru apabila tidak diantisipasi dengan langkah pencegahan yang sistematis dan berkelanjutan.

Sementara itu, Rocky Gerung dalam kesempatan tersebut turut memberikan pandangan strategis terkait pentingnya kesadaran kolektif dalam menjaga lingkungan. Ia menilai bahwa upaya pemadaman yang telah dilakukan aparat gabungan sudah berjalan dengan baik, namun harus diimbangi dengan peran aktif masyarakat dalam pencegahan.

“Alam merupakan sumber utama kehidupan manusia yang wajib dijaga bersama. Penanganan karhutla tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan aparat, tetapi juga seluruh elemen masyarakat. Pencegahan harus menjadi prioritas agar kejadian serupa tidak terus berulang,” tegasnya.

Di sisi lain, Sekretaris Daerah Kota Dumai, Fahmi Rizal, menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Dumai terus mengintensifkan koordinasi lintas sektor guna memastikan penanganan karhutla berjalan efektif. Ia menekankan pentingnya komunikasi yang solid antara pemerintah daerah, aparat, dan masyarakat dalam menghadapi situasi ini.

“Kami terus berupaya maksimal dalam proses pemadaman dan pendinginan di lokasi terdampak. Sinergi dan komunikasi intensif menjadi kunci dalam mempercepat penanganan karhutla di Dumai,” ungkapnya.

Fahmi juga mengungkapkan bahwa pihaknya tengah memantau rencana pelaksanaan teknologi modifikasi cuaca (TMC) yang akan dilakukan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana bersama Pemerintah Provinsi Riau. Upaya ini diharapkan mampu membantu mempercepat penanganan kebakaran melalui rekayasa hujan buatan di wilayah terdampak.

Dengan berbagai langkah strategis yang terus dilakukan, baik melalui pemadaman langsung, pendinginan, hingga upaya preventif, diharapkan angka kebakaran hutan dan lahan di Kota Dumai dapat ditekan secara signifikan. Kolaborasi antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat menjadi fondasi utama dalam mewujudkan lingkungan yang aman, sehat, dan bebas dari ancaman karhutla.

Usai memastikan situasi di lapangan dalam kondisi terkendali, Kapolda Riau beserta rombongan melanjutkan perjalanan kembali ke Pekanbaru.

(Sumber: Media Center Dumai/MHA)