Pemko Dumai Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Karhutla di Medang Kampai
Pemerintah Kota Dumai menyalurkan bantuan makanan siap saji dan obat-obatan kepada 18 KK terdampak karhutla di Medang Kampai, sekaligus memastikan kesehatan warga di tengah kabut asap.
TOPIKPUBLIK.COM, DUMAI – Pemerintah Kota Dumai bergerak cepat merespons dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada warga terdampak. Melalui Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (DinsosPM) bersama Dinas Kesehatan (Dinkes), bantuan berupa makanan siap saji dan obat-obatan diserahkan langsung kepada masyarakat di Jalan Prima Jaya, Kelurahan Mundam, Kecamatan Medang Kampai, Rabu (25/3/2026).
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Pemko Dumai dalam memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi di tengah ancaman kabut asap yang berdampak pada kesehatan dan aktivitas sehari-hari.
Sebanyak 18 Kepala Keluarga (KK) yang berada di wilayah paling terdampak karhutla menerima bantuan tersebut. Paket bantuan yang disalurkan meliputi makanan siap saji, makanan khusus untuk anak-anak, hingga lauk pauk dari DinsosPM. Sementara itu, Dinas Kesehatan turut memberikan dukungan berupa obat tetes mata dan vitamin guna menjaga daya tahan tubuh masyarakat di tengah kondisi kualitas udara yang menurun.
Penyerahan bantuan dilakukan secara door to door atau langsung ke rumah warga, sebagai bentuk pendekatan humanis pemerintah kepada masyarakat. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kota Dumai, Fahmi Rizal, S.STP., M.Si., yang turut memastikan bantuan diterima secara tepat sasaran.
Di sela-sela penyaluran bantuan, tim dari DinsosPM dan Dinkes juga memberikan edukasi dan sosialisasi terkait dampak karhutla terhadap kesehatan. Pemeriksaan kondisi kesehatan warga, terutama anak-anak yang rentan terhadap paparan asap, menjadi perhatian utama dalam kegiatan tersebut.
Sekretaris Daerah Kota Dumai, Fahmi Rizal, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam melindungi masyarakat dari dampak langsung maupun tidak langsung akibat karhutla.
“Pemerintah Kota Dumai telah mendata sebanyak 18 KK yang rumahnya berada tepat di tengah kawasan terdampak kebakaran. Bantuan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan harian mereka sekaligus menjaga kondisi kesehatan di tengah situasi yang tidak mudah,” ujarnya.
Lebih lanjut, Fahmi menjelaskan bahwa selain penyaluran bantuan, Pemko Dumai juga terus mengintensifkan upaya pemadaman karhutla guna mencegah meluasnya kebakaran hingga ke kawasan permukiman warga.
“Upaya pemadaman terus kita lakukan secara maksimal bersama tim gabungan, agar kebakaran tidak semakin meluas dan membahayakan masyarakat. Ini menjadi prioritas utama kami saat ini,” tegasnya.
Tak hanya itu, Pemko Dumai juga secara aktif memantau perkembangan kualitas udara serta potensi dampak kesehatan yang ditimbulkan akibat kabut asap. Pemerintah mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap gejala gangguan kesehatan, seperti iritasi mata, batuk, dan sesak napas.
“Kami tidak hanya fokus pada warga di lokasi kebakaran, tetapi juga memetakan dampak kesehatan bagi seluruh masyarakat Kota Dumai. Jika mengalami gangguan kesehatan akibat asap, kami mengimbau agar segera berkonsultasi ke puskesmas, rumah sakit, atau fasilitas kesehatan terdekat,” tambahnya.
Proses penyaluran bantuan berlangsung dengan lancar dan mendapat respons positif dari masyarakat. Kehadiran langsung pemerintah di tengah warga menjadi bentuk kepedulian sekaligus upaya membangun kepercayaan publik dalam menghadapi bencana karhutla yang kerap melanda wilayah tersebut.
Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala Pelaksana BPBD, Kepala DinsosPM, Danramil, Camat Medang Kampai, Sekretaris Dinas Kesehatan, serta jajaran terkait lainnya yang bersama-sama memastikan penanganan karhutla berjalan secara terpadu dan berkelanjutan.
Dengan langkah cepat, kolaboratif, dan responsif ini, Pemerintah Kota Dumai berharap dampak karhutla dapat diminimalisir, serta masyarakat tetap terlindungi baik dari sisi kesehatan maupun kebutuhan dasar sehari-hari.
(Sumber: Media Center Dumai/MHA)























