Sekda Meranti Ingatkan Bahaya Karhutla Saat Safari Ramadan di Sendaur
Sekda Kepulauan Meranti H. Sudandri Jauzah mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar saat Safari Ramadan di Desa Sendaur. Karhutla dinilai berdampak besar terhadap lingkungan, kesehatan, dan dapat berujung pada persoalan hukum.
MERANTI – JAGOK.CO – Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti, H. Sudandri Jauzah, mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar karena berpotensi menimbulkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berdampak luas terhadap lingkungan, kesehatan masyarakat, serta dapat berujung pada persoalan hukum.
Imbauan tersebut disampaikan Sudandri saat menghadiri kegiatan Safari Ramadan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti yang digelar di Masjid Hidayatussobirin, Desa Sendaur, Kecamatan Rangsang Pesisir, Jumat (13/3/2026) malam.
Dalam kesempatan itu, Sudandri menegaskan bahwa praktik membuka lahan dengan cara membakar masih kerap dianggap sebagai hal biasa oleh sebagian masyarakat. Padahal, jika ditinjau secara lebih luas, tindakan tersebut dapat menimbulkan dampak kerusakan lingkungan yang serius serta menimbulkan kerugian besar bagi banyak pihak.
Menurutnya, kebakaran hutan dan lahan tidak hanya menyebabkan rusaknya ekosistem dan menurunnya kualitas udara, tetapi juga berdampak pada aktivitas sosial, ekonomi, hingga kesehatan masyarakat, terutama ketika kabut asap mulai meluas.
“Dulu mungkin kita merasa kasihan kepada kawan-kawan yang berhadapan dengan hukum karena membakar lahan. Tetapi setelah kita kaji secara menyeluruh, ternyata mudaratnya sangat besar. Dampaknya bukan hanya kepada satu orang, tetapi bisa merugikan masyarakat luas,” ujar Sudandri di hadapan jamaah dan masyarakat yang hadir.
Ia menambahkan bahwa pemerintah saat ini semakin serius dalam melakukan pencegahan karhutla, terutama di wilayah rawan kebakaran seperti di sejumlah daerah di Provinsi Riau, termasuk Kabupaten Kepulauan Meranti.
Sudandri juga menjelaskan bahwa perkembangan teknologi saat ini membuat pengawasan terhadap titik api semakin ketat. Melalui berbagai sistem pemantauan digital dan aplikasi berbasis satelit, setiap titik panas atau hotspot dapat dipantau secara real time selama 24 jam oleh instansi terkait.
“Sekarang dengan sistem dan aplikasi yang ada, titik api bisa dipantau selama 24 jam. Di Polda Riau dan Badan Penanggulangan Bencana, setiap hotspot langsung terlihat di layar monitor. Jadi apabila terjadi kebakaran lahan, akan sangat mudah terdeteksi dan tidak bisa ditutup-tutupi,” jelasnya.
Oleh karena itu, Sudandri mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan serta menghindari segala aktivitas yang dapat memicu kebakaran lahan.
Ia menekankan pentingnya kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan, khususnya di musim kemarau yang rawan memicu kebakaran hutan dan lahan.
“Marilah kita saling mengingatkan, saling menasihati, serta menjaga lingkungan kita bersama agar tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan di daerah ini. Karena jika sudah terjadi kebakaran, dampaknya akan kembali kepada kita semua,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Sudandri juga menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat masyarakat Desa Sendaur terhadap rombongan Safari Ramadan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti. Ia menilai antusiasme masyarakat mencerminkan kuatnya nilai kebersamaan dan ukhuwah yang terus terjaga di tengah kehidupan bermasyarakat.
Ia juga mengingatkan bahwa masjid memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan umat Islam. Selain sebagai tempat melaksanakan ibadah, masjid juga berfungsi sebagai pusat pembinaan umat serta wadah mempererat hubungan sosial dan spiritual di tengah masyarakat.
“Masjid bukan hanya tempat kita melaksanakan ibadah semata, tetapi juga menjadi pusat pembinaan umat, tempat memperkuat akhlak, serta sarana mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Sudandri menjelaskan bahwa kegiatan Safari Ramadan merupakan agenda rutin pemerintah daerah yang bertujuan untuk mempererat hubungan silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat, sekaligus menjadi sarana menyerap aspirasi warga secara langsung.
Sementara itu, Camat Rangsang Pesisir, Syaherullah, dalam sambutannya juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.
Ia mengungkapkan bahwa pada siang hari sebelum kegiatan Safari Ramadan berlangsung, sempat terjadi kebakaran lahan di Desa Kedaburapat, yang berada di perbatasan wilayah Desa Sendaur dan Parit Amat.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Tadi siang sempat terjadi kebakaran di Desa Kedaburapat, tepatnya di perbatasan antara Sendaur dengan Parit Amat,” ungkap Syaherullah.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak sampai harus berhadapan dengan hukum akibat kebakaran lahan, terlebih menjelang Hari Raya Idulfitri yang seharusnya menjadi momentum kebahagiaan bersama keluarga.
“Jangan sampai nanti pada hari yang fitri kita justru harus berurusan dengan hukum. Ketika orang lain bisa berkumpul dan berlebaran bersama keluarga, sementara kita harus menjalani hari raya di balik jeruji besi,” tegasnya.
Dalam rangkaian kegiatan Safari Ramadan tersebut, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti juga menyalurkan berbagai bantuan sosial kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang membutuhkan.
Bantuan yang disalurkan antara lain berupa santunan kepada 20 orang kaum duafa dengan masing-masing menerima bantuan sebesar Rp500.000. Selain itu, juga disalurkan 15 paket bantuan konsumtif Ramadan dari Baznas Kabupaten Kepulauan Meranti kepada para mustahik di Kecamatan Rangsang Pesisir.
Melalui kegiatan Safari Ramadan ini, diharapkan terjalin hubungan yang semakin erat antara pemerintah daerah dan masyarakat, sekaligus menumbuhkan kesadaran bersama untuk menjaga lingkungan, memperkuat nilai keagamaan, serta meningkatkan solidaritas sosial di tengah kehidupan bermasyarakat.

Reporter : Ade Tian Prahmana























