Bupati Kuansing Suhardiman Amby Jadi Penguji Eksternal Disertasi Doktor Universitas Riau, Bahas Pembangunan Masyarakat Lokal
Bupati Kuantan Singingi Suhardiman Amby dijadwalkan menjadi penguji eksternal disertasi doktor di Universitas Riau. Ia menegaskan pentingnya pembangunan masyarakat lokal berbasis kearifan lokal, riset ilmiah, dan kolaborasi multipihak.
PEKANBARU, TOPIKPUBLIK.COM – Komitmen terhadap pembangunan masyarakat yang berkelanjutan dan berbasis kearifan lokal kembali ditunjukkan Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Suhardiman Amby. Orang nomor satu di Kabupaten Kuantan Singingi itu dijadwalkan menjadi penguji eksternal dalam ujian tertutup Disertasi Program Doktor Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Riau yang akan digelar pada Senin (22/6/2026).
Kehadiran Suhardiman sebagai penguji eksternal menjadi bentuk pengakuan terhadap pengalaman dan kapasitasnya dalam mengelola pemerintahan daerah serta mendorong pembangunan masyarakat di Kabupaten Kuantan Singingi. Dalam forum akademik tersebut, ia akan menguji disertasi yang disusun oleh Promovendus Dini Handayani dengan judul “Pembangunan Masyarakat Lokal di Kabupaten Kuantan Singingi.”
Penelitian tersebut dinilai memiliki relevansi yang sangat strategis, terutama dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan daerah di tengah dinamika sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat yang terus berkembang. Tema pembangunan masyarakat lokal juga sejalan dengan arah pembangunan yang selama ini menjadi fokus Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi.
Menjelang pelaksanaan ujian disertasi, Suhardiman Amby menyampaikan apresiasi terhadap lahirnya kajian akademik yang secara khusus mengangkat pembangunan masyarakat lokal sebagai objek penelitian ilmiah. Menurutnya, pembangunan daerah tidak dapat diukur semata-mata dari kemajuan fisik dan infrastruktur, tetapi juga harus mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.
“Pembangunan masyarakat lokal merupakan fondasi utama dalam mewujudkan kemajuan daerah. Infrastruktur memang penting, tetapi yang jauh lebih penting adalah bagaimana masyarakat mampu menjadi subjek pembangunan, bukan sekadar objek pembangunan,” ujar Suhardiman.
Ia menegaskan, pembangunan yang berorientasi pada manusia (people-centered development) menjadi kunci utama dalam menciptakan kemajuan daerah yang berkelanjutan. Karena itu, berbagai program yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi selama beberapa tahun terakhir tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, memperkuat ekonomi kerakyatan, serta memperluas ruang partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan.
Menurut Suhardiman, masyarakat Kuantan Singingi memiliki karakteristik sosial yang unik dan menjadi kekuatan besar dalam mendorong kemajuan daerah. Nilai-nilai budaya, adat istiadat, semangat gotong royong, hingga kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun merupakan modal sosial yang sangat berharga dan harus menjadi bagian integral dalam setiap perencanaan pembangunan.
“Kita memiliki modal sosial yang luar biasa. Budaya gotong royong, semangat kebersamaan, tradisi adat, hingga nilai-nilai keagamaan yang hidup di tengah masyarakat harus menjadi kekuatan utama dalam pembangunan. Karena pembangunan yang berhasil adalah pembangunan yang berakar pada identitas masyarakatnya sendiri,” katanya.
Lebih jauh, Suhardiman menilai bahwa penelitian akademik yang mengangkat persoalan pembangunan masyarakat lokal memiliki nilai strategis bagi pemerintah daerah. Selain mampu memotret kondisi riil masyarakat secara objektif, hasil penelitian juga dapat menjadi sumber rekomendasi kebijakan yang berbasis data dan kajian ilmiah.
Menurutnya, hubungan antara dunia akademik dan pemerintah daerah harus semakin diperkuat agar hasil-hasil penelitian tidak berhenti sebagai dokumen ilmiah semata, melainkan dapat diterjemahkan menjadi kebijakan publik yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Kampus dan pemerintah daerah harus terus bersinergi. Hasil-hasil penelitian dari perguruan tinggi jangan hanya berhenti di rak perpustakaan, tetapi harus mampu menjadi referensi dalam penyusunan kebijakan publik. Dengan demikian, pembangunan yang dijalankan benar-benar berbasis data, riset dan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga berharap disertasi yang akan diuji tersebut mampu menghasilkan rekomendasi yang aplikatif dan implementatif, terutama dalam mendukung pembangunan desa, pemberdayaan ekonomi masyarakat, peningkatan kualitas pelayanan publik, penguatan tata kelola pemerintahan, serta peningkatan partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan daerah.
Menurut Suhardiman, tantangan pembangunan saat ini semakin kompleks sehingga membutuhkan pendekatan yang inovatif, adaptif, dan berbasis pada kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, kontribusi dunia akademik menjadi sangat penting dalam menghadirkan solusi yang dapat diterapkan secara nyata di lapangan.
“Sebagai penguji eksternal, saya tentu akan melihat bagaimana penelitian ini mampu menjawab tantangan pembangunan yang dihadapi masyarakat saat ini. Kita ingin ada kontribusi nyata dari dunia akademik untuk kemajuan Kuantan Singingi dan daerah-daerah lainnya di Provinsi Riau,” katanya.
Bupati Kuansing itu juga menegaskan bahwa masa depan pembangunan daerah tidak lagi dapat dijalankan secara sektoral dan parsial. Diperlukan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, serta seluruh elemen masyarakat agar pembangunan dapat berlangsung secara inklusif dan berkelanjutan.
Menurutnya, konsep pembangunan kolaboratif menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditawar dalam menghadapi berbagai tantangan global maupun regional, mulai dari transformasi ekonomi, penguatan daya saing daerah, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Tidak ada lagi pembangunan yang berjalan sendiri-sendiri. Semua pihak harus terlibat. Pemerintah menyiapkan kebijakan, kampus menghadirkan kajian ilmiah, dunia usaha mendorong investasi dan masyarakat menjadi pelaku utama pembangunan. Kolaborasi inilah yang akan menentukan keberhasilan pembangunan daerah ke depan,” tutupnya.
Keterlibatan Bupati Suhardiman Amby sebagai penguji eksternal dalam ujian doktoral ini sekaligus menjadi simbol eratnya hubungan antara dunia akademik dan pemerintahan daerah dalam membangun ekosistem pembangunan berbasis ilmu pengetahuan. Diharapkan, hasil penelitian yang lahir dari perguruan tinggi dapat semakin memperkuat kualitas kebijakan publik, mempercepat pembangunan masyarakat lokal, serta mendorong terwujudnya Kabupaten Kuantan Singingi yang maju, berdaya saing, dan berkelanjutan.





Idris Afandi



















