Kejurkab E-Sport Kuansing 2025 Jadi Ajang Seleksi Porprov

Ratusan tim ikuti Kejurkab E-Sport Kuansing 2025. Ajang seleksi atlet menuju Porprov Riau, targetkan medali emas dari cabang olahraga digital.

Kejurkab E-Sport Kuansing 2025 Jadi Ajang Seleksi Porprov
Ratusan Tim Meriahkan Kejurkab E-Sport Kuansing 2025, Ajang Seleksi Menuju Porprov Riau

TOPIKPUBLIK.COM - TELUK KUANTAN – Semangat kompetisi dan geliat dunia digital gaming menggema di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau. Ratusan tim E-Sport dari berbagai kecamatan di Kuansing memadati gedung Narosa, Teluk Kuantan, dalam rangka mengikuti Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) E-Sport Indonesia (ESI) Kuansing 2025. Ajang bergengsi ini menjadi langkah strategis untuk menjaring atlet terbaik yang akan mewakili Kuansing dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Riau yang dijadwalkan berlangsung di Dumai dan Siak pada tahun 2025 mendatang.

Kejurkab ini secara resmi dibuka oleh Bupati Kuansing, Drs. H. Suhardiman Amby, Ak., MM., yang diwakili oleh Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kuansing, Nurmantoni. Turut hadir dalam pembukaan, anggota DPRD Provinsi Riau Ade Firmansyah, Ketua KONI Kuansing Andi Cahyadi, Ketua Pengurus Cabang ESI Kuansing Rocky Ramadani, jajaran pengurus KONI, serta ratusan peserta dan penggemar E-Sport dari berbagai wilayah di Kuansing, Jumat (27/6/2025).

Dalam sambutannya, Ketua KONI Kuansing, Andi Cahyadi, yang akrab disapa Aheng, memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya Kejurkab E-Sport ini. Ia menyampaikan harapan besar agar ESI Kuansing dapat berkontribusi dalam perolehan medali pada Porprov 2025, khususnya medali emas yang menjadi incaran seluruh cabang olahraga.

"Saya tegaskan kembali kepada seluruh Cabor yang ada, bahwa setiap atlet yang nantinya bertanding di Porprov harus mampu menyumbangkan medali untuk Kuansing. Terutama medali emas yang sangat kita butuhkan untuk mengangkat nama daerah," ujar Aheng tegas dan penuh semangat.

Sementara itu, Ketua Pengcab ESI Kuansing, Rocky Ramadani, menjelaskan bahwa Kejurkab ini awalnya direncanakan bertepatan dengan Hari Bhayangkara pada 1 Juli 2025. Namun, jadwal dimajukan karena kebutuhan mendesak akan proses seleksi atlet guna menghadapi Porprov. Data atlet harus segera dikirimkan ke tingkat provinsi, sehingga Kejurkab ini menjadi momentum penting untuk menyeleksi yang terbaik.

"Kejuaraan ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi merupakan proses seleksi resmi untuk mencari talenta unggul yang akan memperkuat ESI Kuansing di Porprov Siak nanti," ujar Rocky.

Rocky menegaskan bahwa proses seleksi dilakukan secara ketat dan profesional. Penilaian tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis dalam bermain gim digital seperti Mobile Legends, Free Fire, PUBG, dan e-Football, tetapi juga memperhatikan sikap, etika, dan sportivitas calon atlet.

"Kami tidak ingin lagi mendengar stigma negatif terhadap E-Sport. Sejak 2020, E-Sport telah resmi diakui sebagai cabang olahraga berprestasi. Bahkan atlet E-Sport telah berhasil menyumbangkan medali emas bagi Indonesia di ajang Sea Games. Ini bukti nyata bahwa E-Sport memiliki masa depan cerah dan layak diperjuangkan," tambah Rocky dengan penuh optimisme.

Di akhir pernyataannya, Rocky juga menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada KONI Kuansing yang selalu hadir dan mendukung penuh setiap kegiatan Pengcab ESI Kuansing. Dukungan tersebut, menurutnya, menjadi energi positif bagi kemajuan dunia E-Sport di Kuansing.

Sementara itu, Bupati Kuansing, melalui sambutan yang dibacakan Nurmantoni, menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan Kejurkab ESI Kuansing. Ia berharap melalui ajang ini, akan lahir atlet-atlet E-Sport berbakat yang mampu membawa harum nama Kuansing di kancah provinsi bahkan nasional.

"Ini adalah agenda penting untuk kemajuan daerah. Saya ucapkan selamat bertanding kepada seluruh peserta. Semoga dari kejuaraan ini lahir atlet-atlet E-Sport berprestasi yang dapat mengangkat nama Kuansing di tingkat Porprov maupun nasional," pungkasnya.

Kejurkab E-Sport Kuansing 2025 ini dijadwalkan berlangsung selama empat hari, mulai tanggal 27 hingga 30 Juni 2025. Terdapat empat divisi yang dipertandingkan, yakni Mobile Legends, Free Fire, PUBG Mobile, dan e-Football. Ajang ini tidak hanya menjadi ajang adu strategi dan kemampuan, tetapi juga menjadi ruang ekspresi bagi generasi muda Kuansing untuk menunjukkan potensi dan dedikasi mereka dalam dunia olahraga digital yang semakin berkembang pesat.