Mahasiswa UGM Gelar KKN-PPM 2026 di Tiga Desa Kecamatan Bantan, Fokus UMKM, Pariwisata dan Konservasi Pesisir
Sebanyak 28 mahasiswa UGM akan melaksanakan KKN-PPM 2026 di Desa Mentayan, Bantan Air dan Teluk Papal, Kecamatan Bantan, Bengkalis, dengan fokus pengembangan UMKM, pariwisata berkelanjutan, konservasi lingkungan pesisir, serta pemanfaatan teknologi digital.
BENGKALIS, TOPIKPUBLIK.COM – Sebanyak 28 mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) akan melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) di tiga desa wilayah Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, yakni Desa Mentayan, Desa Bantan Air, dan Desa Teluk Papal.
Program KKN-PPM UGM Periode II Tahun 2026 tersebut dijadwalkan berlangsung selama kurang lebih dua bulan, mulai Juni hingga Agustus 2026, dengan membawa sejumlah program strategis yang berorientasi pada penguatan ekonomi masyarakat, pembangunan berkelanjutan, serta pelestarian lingkungan pesisir.
Koordinator Mahasiswa Unit KKN-PPM UGM Binar Bengkalis, Shalfa Yalsah Putri Ressanda, menjelaskan bahwa kehadiran mahasiswa di Kecamatan Bantan tidak hanya sebagai bagian dari kegiatan akademik, tetapi juga sebagai bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan daerah melalui kolaborasi bersama masyarakat dan pemerintah desa.
Menurutnya, berbagai program yang akan dijalankan mencakup pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), konservasi lingkungan pesisir, pengelolaan sampah bernilai ekonomi, hingga pemanfaatan teknologi digital dan data spasial untuk pemetaan potensi wilayah serta penguatan pelayanan desa.
“Kegiatan KKN ini mengusung tema Integrasi Pengembangan Ekonomi Lokal, Pariwisata Berkelanjutan dan Konservasi Lingkungan Pesisir Berbasis Data Spasial dan Teknologi Digital melalui Kolaborasi Masyarakat di Desa Mentayan, Desa Bantan Air dan Desa Teluk Papal, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis,” ujar Shalfa.
Tema tersebut dipilih sebagai respons terhadap berbagai potensi dan tantangan yang dimiliki wilayah pesisir Kecamatan Bantan. Melalui pendekatan berbasis data, teknologi digital, dan partisipasi aktif masyarakat, mahasiswa diharapkan mampu menghadirkan solusi yang aplikatif sekaligus berkelanjutan bagi kebutuhan pembangunan desa.
Lebih lanjut, Shalfa menjelaskan bahwa Tim KKN-PPM UGM Kecamatan Bantan terdiri dari mahasiswa lintas disiplin ilmu yang berasal dari berbagai fakultas dan sekolah di lingkungan UGM. Di antaranya Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Fakultas Geografi, Fakultas Hukum, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Kedokteran Gigi, Fakultas Kehutanan, Fakultas Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Fakultas Teknik, serta Sekolah Vokasi.
Keberagaman latar belakang keilmuan tersebut diharapkan mampu menghasilkan program-program pengabdian yang komprehensif dan tepat sasaran sesuai kebutuhan masyarakat di masing-masing desa.
Selama pelaksanaan kegiatan, para mahasiswa akan mendapatkan pendampingan langsung dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dr. Iswari Nur Hidayati, yang akan mengarahkan sekaligus memastikan seluruh program berjalan sesuai tujuan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Shalfa menambahkan bahwa program KKN bukan sekadar wadah implementasi ilmu pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran sosial yang sangat berharga bagi mahasiswa untuk memahami kehidupan masyarakat secara langsung.
“Kami berharap KKN di Kecamatan Bantan dapat menjadi sarana belajar, sarana membangun kepedulian sosial, serta mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat. Kegiatan ini bukan hanya tentang pemberdayaan, tetapi juga tentang proses belajar bersama untuk menciptakan perubahan yang positif,” ungkapnya.
Melalui kolaborasi yang erat antara mahasiswa, pemerintah desa, tokoh masyarakat, kelompok usaha, serta berbagai elemen lainnya, program KKN-PPM UGM diharapkan mampu memperkuat kemandirian masyarakat desa, meningkatkan daya saing ekonomi lokal, serta mendukung pembangunan kawasan pesisir Kabupaten Bengkalis yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.
Selain memberikan dampak nyata bagi masyarakat, program ini juga diharapkan menjadi pengalaman berharga yang membekas dalam perjalanan akademik maupun kehidupan sosial para mahasiswa yang terlibat. Kehadiran mereka di tengah masyarakat diharapkan mampu menghadirkan inspirasi, semangat kolaborasi, serta kontribusi positif yang berkelanjutan bagi kemajuan desa.
“Kami memohon dukungan dan kerja sama dari seluruh pihak agar pelaksanaan KKN-PPM UGM di Desa Mentayan, Desa Bantan Air, dan Desa Teluk Papal dapat berjalan dengan lancar, sukses, serta memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat,” tutup Shalfa.
Program KKN-PPM UGM 2026 ini menjadi salah satu wujud nyata sinergi antara dunia akademik dan masyarakat dalam mendorong pembangunan daerah berbasis potensi lokal, inovasi teknologi, serta pelestarian lingkungan demi mewujudkan masa depan kawasan pesisir yang lebih maju, mandiri, dan berkelanjutan.
























