LAMR Riau Gelar Zikir Milad, Usulkan Riau Jadi Daerah Istimewa

LAMR Riau rayakan Milad ke-55 dengan Majelis Zikir dan dorong status Daerah Istimewa Riau serta pengusulan Syekh Abdul Wahab Rokan jadi Pahlawan Nasional.

LAMR Riau Gelar Zikir Milad, Usulkan Riau Jadi Daerah Istimewa
Tokoh adat, ulama, dan perwakilan Forkopimda mengikuti Majelis Zikir Milad ke-55 LAMR Riau di Balairung Tennas Effendi, Pekanbaru, Rabu malam (11/6/2025). Acara ini sekaligus momentum penguatan budaya Melayu dan dukungan perjuangan status Daerah Istimewa Riau.

TOPIKPUBLIK.COM - PEKANBARU – Dalam rangka memperingati Milad ke-55 tahun, Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Provinsi Riau menyelenggarakan Majelis Zikir yang khusyuk dan penuh makna pada Rabu malam (11/6) di Balairung Tennas Effendi, Balai Adat LAMR, Jalan Diponegoro No.39, Kota Pekanbaru.

Acara dimulai dengan sholat Isya berjemaah yang diimami oleh Ustadz Magfirah, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan hari jadi LAMR, sekaligus bentuk penguatan spiritualitas dalam adat dan budaya Melayu Riau.

Sebagai penceramah hadir Dr. H. Muhammad Suhaimi Shaleh, Lc., MA., Ketua Komisi Fatwa dan Hukum MUI Riau, yang menyampaikan tausiyah bertema pelestarian nilai-nilai Islam dalam adat Melayu. Sementara itu, zikir dipandu oleh kelompok zikir dari Pondok Pesantren Babussalam, di bawah pimpinan Syekh Haji Ismail Royan.

Majelis Zikir ini turut dihadiri sejumlah tokoh penting adat, agama, dan pemerintahan. Di antaranya Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAMR Provinsi Riau Datuk Seri H. Raja Marjohan Yusuf, Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAMR Datuk Seri H. Taufik Ikram Jamil, Ketua Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) Riau Tuan H. Masrul Kasmy, Ketua Harian MUI Riau Tuan Afrizal DS, serta tokoh muballigh dari Ittihadul Muballighin Riau, Ust. Ayyub Nahar. Juga hadir unsur Forkopimda seperti perwakilan Kapolda Riau, Danlanud Roesmin Nurjadin, Danlanal Dumai, dan Karo Kesra Pemprov Riau.

Dalam sambutannya, Ketum DPH LAMR Datuk Seri Taufik Ikram Jamil menyampaikan bahwa LAMR resmi dipercaya untuk memimpin perjuangan dalam mewujudkan status Daerah Istimewa Riau (DIR). Menurutnya, status ini merupakan hak historis dan konstitusional masyarakat Riau yang berakar dari budaya Melayu.

“Ini adalah hak kita, warisan leluhur dan juga warisan konstitusi. Kebudayaan Melayu telah menjadi dasar jati diri masyarakat Riau sejak dahulu,” tegas Datuk Seri Taufik di hadapan hadirin.

Sebagai langkah konkret, LAMR juga tengah mempersiapkan pengusulan Syekh Abdul Wahab Rokan sebagai Pahlawan Nasional. Usulan ini akan diajukan secara resmi pada bulan Februari tahun mendatang, sebagai bentuk penghargaan terhadap tokoh besar ulama Melayu dari Riau yang berpengaruh dalam sejarah Islam di Nusantara.

Dalam menyambut Hari Jadi Provinsi Riau dan Hari Adat Sedunia, LAMR bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Riau dan Polda Riau akan menggelar Pekan Budaya Melayu. Kegiatan ini terbuka untuk masyarakat luas dan diproyeksikan diikuti oleh empat negara serta berbagai komunitas budaya dari dalam dan luar Riau.

“Pekan Budaya Melayu ini adalah upaya bersama untuk merayakan dan memperkuat identitas budaya Melayu di tengah era globalisasi. Ini akan menjadi ajang silaturahmi budaya antarbangsa yang berakar dari peradaban Melayu,” ungkap Datuk Seri Taufik.

Tak hanya itu, LAMR juga tengah mengkaji secara serius mengenai mazhab asli yang berkembang di Riau, termasuk penelusuran silsilah atau nasab tokoh-tokoh agama yang bersambung kepada Rasulullah SAW. Kajian ini dipimpin oleh Ustadz H. Musthafa Umar dan diharapkan dapat memperkuat fondasi spiritual serta nilai adat yang hidup di tengah masyarakat Melayu Riau.

Mengakhiri sambutannya, Datuk Seri Taufik mengajak seluruh masyarakat dan hadirin untuk terus mendoakan kebaikan bagi LAMR dan Riau. “Semoga LAMR serta kita semua senantiasa berada di jalan yang lurus dan diridhai oleh Allah SWT,” tutupnya dengan penuh harap.