Pemkab Inhu Perkuat Deteksi Dini Kanker Serviks dan Payudara Lewat DNA HPV Test dan Sadanis 2026

Pemkab Indragiri Hulu (Inhu) menggelar sosialisasi deteksi dini kanker serviks dan payudara melalui DNA HPV Test dan Sadanis tahun 2026 sebagai upaya pencegahan dan peningkatan kesadaran kesehatan perempuan.

Pemkab Inhu Perkuat Deteksi Dini Kanker Serviks dan Payudara Lewat DNA HPV Test dan Sadanis 2026
Pemkab Inhu Perkuat Deteksi Dini Kanker Serviks dan Payudara Lewat Sosialisasi DNA HPV Test dan Sadanis Tahun 2026

INHU – TOPIKPUBLIK.COM – Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu (Pemkab Inhu) terus menunjukkan komitmen kuat dalam memperkuat program kesehatan masyarakat, khususnya dalam upaya pencegahan penyakit tidak menular (PTM) yang masih menjadi ancaman serius di Indonesia. Salah satu langkah strategis tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi dan Penguatan Deteksi Dini Kanker Serviks dan Kanker Payudara Angkatan I Tahun 2026, yang digelar di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hulu, pada Selasa (7/4/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian penting dari agenda peningkatan layanan kesehatan berbasis preventif, dengan fokus utama pada edukasi dan penerapan metode modern deteksi dini kanker, yakni DNA HPV Test untuk kanker serviks serta Sadanis (Pemeriksaan Payudara Klinis) untuk deteksi awal kanker payudara pada perempuan.

Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Indragiri Hulu, Suci Rahmiani, yang hadir didampingi Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Inhu, R. Vivi Olivia, serta Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Inhu, Yuni Arni. Turut hadir sebagai narasumber utama, dr. Zuainah Hasibuan dari Dinas Kesehatan Provinsi Riau, serta perwakilan berbagai organisasi wanita di lingkungan Kabupaten Indragiri Hulu.

Dalam sambutannya, Suci Rahmiani menegaskan bahwa kanker masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi secara global, termasuk di Indonesia. Dua jenis kanker yang paling banyak menyerang perempuan, yakni kanker serviks (leher rahim) dan kanker payudara, dinilai sebagai ancaman serius yang harus dihadapi dengan pendekatan pencegahan, deteksi dini, dan edukasi berkelanjutan.

Kanker serviks dan kanker payudara merupakan ancaman nyata bagi kesehatan dan kelangsungan hidup perempuan. Karena itu, deteksi dini menjadi kunci utama dalam menekan angka kematian akibat kanker. Melalui kegiatan ini, kita ingin meningkatkan kesadaran masyarakat agar lebih peduli terhadap pemeriksaan kesehatan sejak dini,” ujar Suci Rahmiani dengan penuh penekanan.

Ia juga menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata dukungan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu terhadap Rencana Aksi Nasional Eliminasi Kanker Serviks dan Kanker Payudara Tahun 2023–2030, yang menjadi program strategis nasional di bidang kesehatan. Program skrining ini menyasar kelompok perempuan usia 30 hingga 69 tahun, khususnya yang sudah menikah dan aktif secara seksual, sebagai kelompok risiko utama yang perlu mendapatkan perhatian medis secara berkala.

Lebih lanjut, peserta sosialisasi diberikan pemahaman mendalam mengenai dua metode deteksi dini yang kini semakin dikembangkan di fasilitas layanan kesehatan. DNA HPV Test merupakan metode pemeriksaan modern berbasis molekuler untuk mendeteksi keberadaan Human Papillomavirus (HPV), yaitu virus utama penyebab kanker serviks. Sementara itu, Sadanis (Pemeriksaan Payudara Klinis) adalah metode pemeriksaan payudara yang dilakukan oleh tenaga kesehatan terlatih untuk mengidentifikasi adanya kelainan atau gejala awal kanker payudara sebelum berkembang ke stadium lanjut.

Kedua metode ini dinilai sangat efektif dalam menurunkan risiko keterlambatan diagnosis, yang selama ini menjadi salah satu faktor tingginya angka kematian akibat kanker di Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Suci Rahmiani juga mengajak seluruh organisasi wanita yang hadir untuk berperan aktif sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam menyebarluaskan informasi kesehatan kepada masyarakat luas.

Kami berharap para ketua organisasi wanita dapat menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam mengedukasi keluarga, kerabat, dan masyarakat agar rutin melakukan pemeriksaan kesehatan minimal satu kali dalam setahun di Puskesmas terdekat. Kehadiran ibu-ibu di sini merupakan bukti nyata dukungan terhadap peningkatan capaian skrining kesehatan di Kabupaten Indragiri Hulu,” tambahnya.

Melalui sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, organisasi perempuan, tenaga kesehatan, dan masyarakat, diharapkan program deteksi dini kanker ini dapat berjalan lebih optimal, berkelanjutan, dan menjangkau lebih banyak perempuan di seluruh wilayah Kabupaten Indragiri Hulu.

Dengan langkah preventif yang semakin masif, Pemerintah Kabupaten Inhu optimistis angka kejadian kanker stadium lanjut dapat ditekan secara signifikan, sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya kaum perempuan, di masa mendatang.