Darmawi Siap Maju Pilkades Bagan Jawa 2026, Usung Digitalisasi dan Ekonomi Desa

Darmawi resmi maju di Pilkades Bagan Jawa 2026. Tokoh muda berpengalaman ini mengusung visi digitalisasi pelayanan publik, penguatan ekonomi desa, ketahanan pangan, dan pelestarian budaya Melayu di Rokan Hilir.

Darmawi Siap Maju Pilkades Bagan Jawa 2026, Usung Digitalisasi dan Ekonomi Desa
Sekdes Berpengalaman dan Tokoh Pemuda, Darmawi Siap Rebut Hati Warga di Pilkades Bagan Jawa 2026

BAGAN SIAPIAPI, TOPIKPUBLIK.COM – Dinamika politik menjelang Pemilihan Penghulu (Pilkades) Bagan Jawa, Kecamatan Bangko, Kabupaten Rokan Hilir, mulai menunjukkan geliat yang semakin menarik perhatian publik. Sejumlah nama mulai bermunculan sebagai figur potensial pemimpin desa, namun salah satu sosok yang kini paling banyak diperbincangkan masyarakat adalah Darmawi, tokoh muda yang dikenal aktif, berpengalaman, dan memiliki kedekatan kuat dengan warga.

Pria yang akrab disapa Ucu Mawi itu resmi menyatakan kesiapannya maju sebagai Bakal Calon Penghulu Bagan Jawa pada kontestasi Pilkades 2026. Kehadirannya diyakini membawa energi baru dalam peta persaingan politik desa, terutama melalui gagasan perubahan yang mengedepankan modernisasi pelayanan publik berbasis digital, penguatan ekonomi kerakyatan, serta pembangunan desa yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Bagi masyarakat Bagan Jawa, nama Darmawi bukanlah sosok asing. Ia dikenal luas sebagai figur yang tumbuh dan besar bersama denyut kehidupan masyarakat setempat. Selain aktif di lingkungan sosial kemasyarakatan, Darmawi juga memiliki rekam jejak panjang di bidang olahraga dan pemerintahan desa.

Di dunia olahraga, ia pernah menjadi motor penggerak klub voli legendaris Group BAJA, yang sempat mengharumkan nama Bagan Jawa di berbagai turnamen tingkat daerah. Kiprahnya di bidang olahraga itu membuat dirinya dikenal sebagai sosok pekerja keras, disiplin, serta mampu membangun solidaritas dan semangat kebersamaan di tengah generasi muda.

Sementara dalam bidang pemerintahan, pengalaman Darmawi dinilai cukup matang dan mumpuni. Ia pernah mengemban amanah sebagai Sekretaris Kepenghuluan Bagan Jawa serta dipercaya menjadi Anggota Badan Permusyawaratan Kepenghuluan (BPKep). Pengalaman tersebut menjadi modal penting yang memperkuat pemahamannya terhadap tata kelola pemerintahan desa, kebutuhan masyarakat, hingga persoalan pembangunan yang selama ini dihadapi warga.

Berbekal pengalaman birokrasi dan sosial itu, Darmawi kini hadir membawa semangat perubahan yang menurutnya harus dimulai dari pelayanan yang cepat, transparan, modern, dan benar-benar berpihak kepada masyarakat.

“Bagan Jawa memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi kepenghuluan yang maju dan mandiri. Yang dibutuhkan hari ini adalah tata kelola pemerintahan yang terbuka, responsif, inovatif, serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara nyata,” ujar Darmawi saat dikonfirmasi, Minggu (24/5/2026).

Langkah politik Darmawi juga mendapat dukungan penuh dari sang istri, Siti Nakila, seorang guru Sekolah Dasar yang dikenal aktif dalam dunia pendidikan dan kegiatan sosial masyarakat. Kehadiran Siti Nakila dinilai menjadi kekuatan moral tersendiri bagi Darmawi dalam membangun komunikasi dengan masyarakat.

Siti Nakila sendiri merupakan putri dari almarhum Syafwan, tokoh masyarakat sekaligus budayawan Melayu yang dihormati warga Bagan Jawa. Almarhum dikenal memiliki dedikasi besar dalam dunia pendidikan, pelestarian budaya Melayu, serta seni kompang yang menjadi identitas budaya masyarakat pesisir Rokan Hilir.

Dukungan keluarga dan akar sosial budaya yang kuat membuat Darmawi dinilai memiliki kedekatan emosional yang cukup besar dengan masyarakat lintas generasi di Bagan Jawa.

Tak hanya membawa slogan perubahan, Darmawi juga mulai memperkenalkan sejumlah program prioritas yang akan menjadi fokus utama jika dipercaya memimpin Kepenghuluan Bagan Jawa. Salah satu program unggulannya adalah penguatan ketahanan pangan berbasis peternakan dan perikanan darat yang terintegrasi.

Menurutnya, sektor pangan merupakan potensi besar yang selama ini belum dimaksimalkan secara optimal. Melalui pengembangan peternakan ayam petelur, bebek petelur, hingga budidaya ikan air tawar, ia optimistis ekonomi masyarakat dapat tumbuh lebih kuat dan berkelanjutan.

“Kami ingin membangun sistem peternakan dan perikanan yang terintegrasi dan produktif. Program ini bukan hanya untuk meningkatkan pendapatan masyarakat, tetapi juga membuka lapangan kerja baru, memperkuat ekonomi desa, serta mendukung program nasional seperti Makanan Bergizi Gratis,” jelasnya.

Ia menambahkan, hasil produksi peternakan dan perikanan nantinya juga diproyeksikan mampu menjadi pemasok utama kebutuhan pangan bagi Koperasi Merah Putih maupun sektor usaha masyarakat lainnya.

Selain sektor ekonomi, Darmawi turut memberi perhatian serius terhadap pembangunan infrastruktur desa. Ia menilai pembangunan jalan lingkungan, drainase, sarana kesehatan, pendidikan, serta fasilitas umum lainnya harus dilakukan secara merata dan berkelanjutan demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Di bidang pelayanan publik, Darmawi mengusung konsep digitalisasi pemerintahan desa sebagai salah satu langkah strategis untuk menciptakan pelayanan yang cepat, transparan, efektif, dan mudah diakses masyarakat.

Menurutnya, era modern menuntut pemerintahan desa untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi agar pelayanan administrasi tidak lagi berbelit-belit dan menyulitkan warga.

Tak hanya itu, Darmawi juga menegaskan komitmennya dalam menjaga nilai-nilai religius dan melestarikan budaya Melayu sebagai identitas utama masyarakat Bagan Jawa. Baginya, pembangunan tidak boleh menghilangkan akar budaya dan nilai kearifan lokal yang selama ini menjadi perekat sosial masyarakat.

Dalam kontestasi Pilkades Bagan Jawa 2026, Darmawi mengusung visi besar:

“Mewujudkan Kepenghuluan Bagan Jawa yang Mandiri, Sejahtera, dan Berbudaya Melalui Tata Kelola Pemerintahan yang Digital dan Berbasis Pelayanan Prima.”

Untuk merealisasikan visi tersebut, ia telah menyiapkan sejumlah misi strategis, di antaranya memperkuat digitalisasi pelayanan publik, meningkatkan pemberdayaan UMKM dan sektor pertanian, mempercepat pembangunan infrastruktur desa, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta memperkuat nilai religius dan budaya Melayu di tengah masyarakat.

Kemunculan Darmawi dalam bursa Pilkades Bagan Jawa kini mulai menjadi perhatian serius masyarakat. Banyak warga menilai dirinya sebagai representasi perpaduan antara pengalaman birokrasi, kedekatan sosial, serta semangat generasi muda yang ingin membawa perubahan nyata bagi desa.

Di tengah meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap pelayanan publik yang cepat, transparan, dan modern, langkah Darmawi maju dalam Pilkades Bagan Jawa disebut-sebut menjadi simbol lahirnya harapan baru bagi masa depan desa.

Dengan pengalaman, jaringan sosial, serta gagasan pembangunan yang dibawanya, Darmawi kini menjadi salah satu figur yang diperhitungkan dalam pertarungan menuju kursi Penghulu Bagan Jawa 2026.