Tentara Israel Bakar Diri Usai Tugas di Gaza, 43 Bunuh Diri Sejak Perang
Daniel Edri, tentara Israel, bunuh diri akibat trauma perang Gaza dan Lebanon. Total 43 tentara dilaporkan bunuh diri sejak perang dimulai.
TOPIKPUBLIK.COM – TIMUR TENGAH – Seorang tentara Israel bernama Daniel Edri dilaporkan mengakhiri hidupnya dengan membakar diri di dalam mobilnya, yang diparkir di sebuah hutan dekat kota Safed, Israel utara. Aksi bunuh diri tragis ini diduga kuat dipicu oleh tekanan psikologis ekstrem yang dialaminya usai menjalani tugas tempur di wilayah konflik Gaza dan Lebanon, demikian dilaporkan oleh media Ibrani Walla News.
Menurut pernyataan ibunya, Edri mengalami trauma perang berat akibat seringnya ia harus mengangkut jenazah tentara Israel yang gugur di medan pertempuran. “Ia bilang kepada saya, 'Bu, saya mencium bau mayat setiap waktu dan terus melihat tubuh-tubuh mereka.’” ucap sang ibu dengan pilu, menggambarkan kengerian perang yang terus membekas dalam ingatan anaknya.
Gejala gangguan kesehatan mental yang diderita Edri kian memburuk. Ia sempat mencari bantuan medis profesional, namun kondisinya terus menurun. Sang ibu juga menyebut bahwa anaknya kerap mengalami ledakan kemarahan, yang bahkan sampai menyebabkan kerusakan barang-barang di apartemennya, sebuah indikasi umum dari Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD) pada prajurit pascaperang.
Ironisnya, meski Edri adalah seorang tentara yang telah bertugas di zona perang, pihak militer Israel menolak permintaan keluarga untuk menggelar pemakaman militer resmi. Penolakan ini menuai sorotan publik, terutama di tengah meningkatnya jumlah kasus bunuh diri di kalangan militer Israel sejak pecahnya konflik besar di Gaza.
Media Israel mencatat bahwa sejak perang dimulai, jumlah tentara Israel yang bunuh diri telah mencapai 43 orang, sebuah angka yang mencerminkan krisis kesehatan mental yang serius di tubuh militer Zionis. Tekanan psikologis yang luar biasa akibat pertempuran brutal di Gaza, Lebanon, dan wilayah pendudukan lainnya menjadi faktor dominan penyebab gelombang keputusasaan ini.
Tragedi Daniel Edri menjadi potret nyata bagaimana konflik berkepanjangan di Timur Tengah tidak hanya memakan korban jiwa di medan perang, tapi juga menghancurkan jiwa-jiwa tentara yang kembali dari medan laga dengan luka tak kasat mata. Ini sekaligus membuka perdebatan baru di publik Israel tentang bagaimana negara memperlakukan tentara yang pulang dalam keadaan rusak secara mental akibat kebijakan militernya sendiri.























