Semangat Kafilah Riau Meriahkan MTQ ke-43 di Bengkalis
Kafilah dari berbagai daerah di Riau tiba di Bengkalis untuk mengikuti MTQ ke-43 tingkat Provinsi Riau. Perjalanan panjang penuh semangat menjadi bukti kecintaan generasi muda terhadap Alquran.
TOPIKPUBLIK.COM – BENGKALIS – Debur ombak yang menyatu dengan deru mesin kapal menjadi saksi semangat membara para kafilah dari berbagai kabupaten dan kota se-Provinsi Riau yang mulai berdatangan ke Pulau Bengkalis. Dalam gelombang perjalanan darat dan laut yang panjang, mereka berangkat membawa satu tujuan mulia: ikut ambil bagian dalam ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-43 tingkat Provinsi Riau, yang digelar dengan penuh khidmat di Negeri Junjungan.
Sejak dibukanya pendaftaran ulang peserta, pelabuhan penyeberangan Roro Sungai Pakning menjadi titik sibuk yang dipadati kendaraan-kendaraan pengangkut kafilah dan rombongan. Tak hanya para peserta, masyarakat umum pun turut menyemarakkan perjalanan ini, mengalirkan semangat religius dan kebanggaan akan eksistensi MTQ sebagai momentum spiritual terbesar dalam kalender keagamaan Provinsi Riau.
Salah satu kafilah yang tampil penuh harapan adalah Ibnu Hidayatullah, perwakilan Kabupaten Indragiri Hulu. Pemuda alumni pesantren di Belilas ini merasa sangat bersyukur dapat mengikuti MTQ tingkat provinsi untuk pertama kalinya, mewakili daerahnya dalam cabang Tafsir Al-Qur’an Bahasa Indonesia.
“Alhamdulillah, ini pertama kali saya ikut MTQ tingkat Provinsi Riau. Saya merasa sangat bersyukur. Kalau tingkat kabupaten, saya sudah pernah ikut sebanyak sembilan kali. Tapi MTQ provinsi ini benar-benar memberi pengalaman baru yang luar biasa,” ungkap Ibnu penuh syukur.
Bagi Ibnu, perjalanan ke Bengkalis bukan sekadar perjalanan fisik, tapi juga perjalanan spiritual yang menyentuh relung hati. Ia dan rombongan harus menempuh ratusan kilometer, menyusuri darat dan laut, sebelum akhirnya tiba di tanah yang dikenal sebagai Negeri Junjungan.
“Perjalanannya cukup panjang dan melelahkan. Tapi begitu sampai dan melihat keindahan Pulau Bengkalis serta sambutan masyarakat yang hangat, semua lelah itu langsung sirna. Saya merasa seperti berada di tempat yang sangat diberkahi,” tuturnya kepada Media Center Riau, Sabtu (28/06) malam.
Ibnu juga menyampaikan kekagumannya terhadap kemeriahan pembukaan MTQ ke-43, serta desain panggung utama atau astaka yang menurutnya megah dan menginspirasi. Ia berharap ajang MTQ ini mampu menjadi pemantik kecintaan generasi muda terhadap nilai-nilai Alquran.
“Astaka-nya luar biasa, megah dan artistik. Saya berharap MTQ ini bukan hanya tentang siapa yang menang, tapi bagaimana acara ini mampu membangkitkan semangat umat, terutama anak muda, untuk lebih dekat dengan Alquran dan nilai-nilai Islam,” harap Ibnu.
Di sisi lain, semangat yang tak kalah membara juga terpancar dari Fakhri Abi Umi, peserta cabang Hifzhil Qur’an 1 Juz Putra dari Kota Dumai. Fakhri bersama rombongan menempuh perjalanan laut dengan menggunakan kapal feri sebagai akses tercepat menuju Bengkalis.
“Kami rombongan tiba hari Jumat, dan perjalanan kami menggunakan kapal feri karena lebih efisien dibanding jalur darat. Perjalanannya menyenangkan dan penuh kebersamaan,” ujar Fakhri dengan senyum semangat.
Menurutnya, setiap MTQ selalu menyimpan cerita dan pengalaman berbeda. Meskipun ini adalah kali keempat ia mengikuti MTQ tingkat provinsi, semangatnya tetap membara, terlebih karena ini adalah tahun terakhir ia bisa mengikuti cabang 1 Juz karena batas usia.
“Ini MTQ provinsi keempat saya. Tapi tahun ini cukup istimewa, karena ini tahun terakhir saya bisa ikut di cabang satu juz. Usia saya sudah 16 tahun, jadi tahun depan harus naik ke kategori 5 Juz. Harapan saya bisa memberikan hasil terbaik untuk Dumai,” pungkasnya.
Perhelatan MTQ ke-43 tingkat Provinsi Riau di Kabupaten Bengkalis bukan sekadar panggung lomba, tetapi menjadi panggung spiritualitas, tempat pertemuan cinta umat terhadap Kalam Ilahi, dan ruang edukasi religius yang mendalam bagi generasi muda. Di tengah gemuruh kehidupan modern, MTQ tetap menjadi oase iman yang terus mengalirkan semangat dan inspirasi dari setiap lembar ayat yang dilantunkan.























